Gigi berlubang sering dikaitkan dengan konsumsi makanan manis seperti es krim, kue, atau permen karena kandungan gulanya yang tinggi.
Namun, ada anggapan bahwa mengonsumsi keju setelah menyantap hidangan manis dapat membantu melindungi kesehatan gigi.
>>> Cara Mudah Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Secara Online
Anggapan tersebut memiliki dasar ilmiah yang cukup kuat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keju mampu merangsang produksi air liur sekaligus meningkatkan kadar pH di dalam rongga mulut.
Kondisi mulut yang lebih basa dinilai dapat mengurangi risiko kerusakan gigi. Hal ini terjadi karena keju meminimalisir dampak paparan asam yang muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan manis.
Risiko gigi berlubang meningkat saat bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula dari makanan sebagai sumber energi.
Proses ini menghasilkan produk sampingan berupa asam yang menurunkan pH di dalam mulut dan mengikis email gigi.
Apabila penurunan pH ini terjadi terlalu sering tanpa proses pemulihan alami, email gigi akan mengalami demineralisasi. Kondisi tersebut memicu terbentuknya karies atau gigi berlubang.
Sebuah penelitian dalam jurnal General Dentistry pada 2013 menguji hal ini pada 68 anak dan remaja berusia 12-15 tahun.
>>> Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 13 Juni 2026: Raja Emas dan Laku Emas Naik
Para peserta diminta mengonsumsi sekitar 12-15 gram keju cheddar, susu, atau yoghurt tanpa gula.
Hasil riset menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi keju mengalami kenaikan pH plak gigi dalam waktu 10 hingga 30 menit setelah makan.
Sebaliknya, peningkatan pH serupa tidak terdeteksi pada kelompok yang mengonsumsi susu maupun yoghurt.
Para peneliti menjelaskan bahwa keju efektif merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan. Air liur juga menetralkan asam dan mengembalikan keseimbangan pH di dalam rongga mulut.
Selain itu, keju kaya akan mineral esensial seperti kalsium dan fosfat.
Kedua mineral ini sangat dibutuhkan dalam proses remineralisasi untuk mengembalikan kandungan mineral pada permukaan email gigi yang sempat terkikis.
Bukan Solusi Tunggal untuk Mencegah Gigi Berlubang
Meskipun memberikan efek positif, temuan ini tidak berarti keju dapat sepenuhnya menghapus dampak buruk gula. Keju juga tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kebiasaan menjaga kebersihan gigi sehari-hari.
Penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa setiap orang wajib mengonsumsi keju setiap kali selesai memakan hidangan manis.
>>> Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah di Bali dengan Adat Jawa
Efek yang ditemukan hanya menunjukkan potensi keju dalam menciptakan kondisi mulut yang mendukung kesehatan.
Perhatikan Asupan Kalori Harian
Kebiasaan menambahkan keju setelah makanan penutup juga harus dilakukan secara bijak karena keju mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi.
Konsumsi yang berlebihan berpotensi memengaruhi pola makan harian Anda.
Berdasarkan tinjauan dalam jurnal Obesity Reviews pada 2017, kenaikan berat badan terjadi saat asupan energi secara konsisten melebihi energi yang dikeluarkan tubuh.
Oleh karena itu, konsumsi keju yang terlalu sering tanpa penyesuaian porsi dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Para ahli lebih menyarankan masyarakat untuk membatasi frekuensi konsumsi makanan manis dan tetap menjaga kebersihan gigi secara rutin.
>>> Iran Perketat Keamanan Cadangan Uranium di Tengah Rencana Kesepakatan dengan AS
Menerapkan pola makan seimbang jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan satu jenis makanan tertentu.