⌂ Beranda News Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Turun ke 120,9, Terendah Sejak September 2025

Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Turun ke 120,9, Terendah Sejak September 2025

Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Turun ke 120,9, Terendah Sejak September 2025
Grafik Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Mei 2026 melemah ke angka 120,9. Angka ini turun dari 123,0 pada bulan sebelumnya.

Meskipun turun, IKK masih berada di atas level 100. Hal ini menunjukkan konsumen tetap optimis.

>>> Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Usai BI Rate Naik

Penyebab Penurunan IKK

Penurunan indeks ini merupakan yang terendah sejak September 2025. Masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan pelemahan rupiah menjadi pemicu utama. Segmen dengan pengeluaran Rp4,1 juta hingga Rp5 juta per bulan paling merasakan dampaknya.

Kelompok ini rentan terhadap beban biaya hidup, utang, dan ketidakpastian pendapatan.

>>> Aerotrans Gandeng Geotab untuk Tingkatkan Keselamatan Operasional Armada

Perubahan Pola Keuangan Rumah Tangga

Data menunjukkan porsi pendapatan untuk cicilan dan utang naik dari 9,7 persen menjadi 10,2 persen.

Sementara alokasi untuk tabungan turun dari 18,2 persen menjadi 17,5 persen.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menjelaskan penurunan sentimen konsumen.

>>> Tornado dan Cuaca Ekstrem Landa Midwest AS, Ratusan Penerbangan Batal

"Penurunan keyakinan konsumen terutama berasal dari melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, sementara ekspektasi ke depan masih cukup baik," ujarnya.

Prospek Konsumsi ke Depan

Konsumsi rumah tangga ke depan akan bergantung pada daya beli, pertumbuhan pendapatan riil, dan solidnya pasar tenaga kerja.

Faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global dan tekanan nilai tukar rupiah juga menjadi risiko.

>>> Honda Siap Luncurkan Mobil Listrik Super One di GIIAS 2026

Pemeliharaan konsumsi rumah tangga tetap krusial karena sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru