⌂ Beranda News Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Usai BI Rate Naik
News

Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Usai BI Rate Naik

Ilustrasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia
Ilustrasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia secara mendadak menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen pada Selasa, 9 Juni 2026.

Langkah di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur bulanan ini langsung memicu respons positif dari pasar keuangan domestik.

Kenaikan BI Rate mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat, dolar AS berada di posisi Rp 17.957, melemah 31 poin atau 0,17 persen dari penutupan sebelumnya.

Aliran modal asing masuk terutama melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut.

Peningkatan modal asing terlihat signifikan pada SRBI setelah lelang pada Rabu, 10 Juni 2026. Investor asing juga kembali aktif membeli SBN, dengan fokus pada tenor pendek dan menengah.

Respons Pasar dan Langkah Stabilisasi

Sentimen positif ini mendorong rupiah bergerak di bawah level Rp 18.000 per dolar AS.

Bank Indonesia berkomitmen memantau dinamika pasar keuangan global dan domestik untuk menjaga daya tarik investasi.

BI akan terus mengoptimalkan langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.

Selain itu, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik akan dilakukan secara konsisten dan terukur.

📰 Update Terbaru