⌂ Beranda News Rupiah Anjlok ke Rp 17.991 per Dolar AS pada 11 Juni 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.991 per Dolar AS pada 11 Juni 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.991 per Dolar AS pada 11 Juni 2026
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan pada perdagangan Kamis siang, 11 Juni 2026.

Mata uang Indonesia merosot 47 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 17.991 per dolar AS.

>>> BBQ RIDE 2026 Hadir di Bandung dengan Konsep Ruang Terbuka Hijau

Pelemahan ini mendekati level psikologis baru di tengah sentimen global yang tidak mendukung. Indeks dolar AS tercatat menguat 0,02 persen ke level 99,96.

Penguatan dolar terjadi setelah militer AS melancarkan serangan baru ke Iran. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong investor global beralih ke aset aman.

Faktor Domestik Ikut Tekan Rupiah

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari eksternal. Data ekonomi domestik menunjukkan pelemahan pada sektor konsumsi rumah tangga.

>>> BIGBANG Gelar Tur Dunia 20 Tahun, Jakarta Jadi Salah Satu Kota Tujuan

Penjualan ritel Indonesia pada April mencatat kontraksi tahunan pertama dalam satu tahun terakhir. Penurunan daya beli ini diduga akibat kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi.

Pelaku pasar saat ini cenderung mengabaikan proyeksi jangka panjang Bank Indonesia.

>>> Pemerintah Kudus dan BLDF Luncurkan Layanan Jemput Sampah Organik Digital

BI sebelumnya memperkirakan rupiah bisa menguat ke kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS pada tahun depan.

Investor lebih fokus pada risiko inflasi jangka pendek dan potensi pengetatan kebijakan moneter. Perhatian kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bank sentral masih mengevaluasi kebutuhan menaikkan suku bunga acuan tambahan. Sejak Mei, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.

>>> Daftar Lengkap 34 Lokasi SPKLU di Medan 2026 Berdasarkan Tipe Pengisian

Perry menegaskan keputusan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar keuangan ke depan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru