Komunitas Kampung Sinema di Kebon Melati, Jakarta Pusat, terus berupaya memfasilitasi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas di bidang pembuatan film.
Langkah ini diambil untuk memperkuat eksistensi digital dan memperkenalkan karya komunitas ke audiens yang lebih luas.
>>> Hyundai Santa Fe: Kabin Luas dan Fitur Premium untuk Liburan Keluarga
Ketua Komunitas Kampung Sinema, Ade Maulana Sidik, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menghadapi keterbatasan dalam aspek komunikasi untuk anak muda.
Keterbatasan tersebut meliputi pengelolaan media sosial, publikasi, hingga kemampuan public speaking.
"Padahal hal ini penting agar karya mereka bisa dikenal lebih luas," kata Ade dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.
Untuk mengatasi persoalan itu, mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication menginisiasi program Lensa Sinema Melati.
Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran kreatif untuk mendorong kompetensi peserta menjadi sineas muda di Indonesia.
Proyek kolaborasi ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak Mei hingga Juli 2026, yang terbagi dalam fase pre-event, main event, dan post-event.
>>> Psikolog Ungkap Alasan Film Backrooms Hadirkan Teror Mental
Agenda pre-event telah dimulai pada 31 Mei 2026 dengan melibatkan 30 peserta dari unsur Karang Taruna serta siswa-siswi SMKN 38 Jakarta.
Terdapat tiga aktivitas utama, yaitu Social Media Campaign melalui Instagram dan TikTok, lokakarya kreasi konten dan sinematografi, serta kompetisi pembuatan konten kreatif.
Dua dosen dari LSPR turut bertindak sebagai fasilitator workshop untuk membekali peserta dengan strategi promosi digital, teknik bercerita, dan produksi film.
Dalam kompetisi tersebut, anggota Karang Taruna diarahkan memproduksi video profil dan konten bertema strategi promosi film lewat media digital.
Sementara itu, siswa SMKN 38 Jakarta fokus pada materi pembuatan konten dan promosi produk secara digital.
Agenda utama atau main event dijadwalkan pada 27 Juni 2026 di kawasan Kampung Sinema.
Acara akan dibuka dengan konferensi pers yang menampilkan video profil karya Karang Taruna, penyerahan modul pembelajaran dasar, serta peluncuran resmi situs web Kampung Sinema.
>>> Promotor Buka Penjualan Umum Tiket Konser BTS di Jakarta
Selain itu, terdapat pameran perjalanan komunitas, sesi bedah film, dan pertunjukan Tari Betawi dalam Panggung Apresiasi.
Fase pasca-acara dimulai pada 28 Juni 2026, diawali dengan dokumentasi digital di media sosial serta keikutsertaan dalam Communication Festival (COMMFEST).
Para pelajar SMKN 38 Jakarta juga berkesempatan mengikuti program Sit-in Class di kampus LSPR bersama dosen terkait.
Rangkaian program edukasi ini diakhiri dengan publikasi media secara luas untuk menyoroti hasil kolaborasi lintas institusi.
"Kami berharap ke depannya anak-anak muda di sini bisa lebih aktif, percaya diri dalam mengekspresikan ide mereka, serta memiliki kemampuan yang lebih lengkap sehingga Kampung Sinema tidak hanya berkembang di dalam komunitas, tetapi juga dikenal lebih luas dan memberi dampak yang lebih besar," harap Ade.
Program Lensa Sinema Melati dijalankan secara terintegrasi dengan empat mata kuliah di LSPR, yaitu Public Relations Program & Evaluation, Creative Production & Publicity, Public Relations Communication Technique, dan Community Development.
>>> Tuchel Matangkan Skuad Inggris Jelang Piala Dunia 2026
Kampung Sinema sendiri telah beroperasi sebagai ruang kreatif masyarakat sejak tahun 2023 dan telah menghasilkan berbagai karya film pendek yang mendapat apresiasi resmi.
