Film horor biasanya mengandalkan monster atau kejutan visual. Namun, Backrooms garapan Kane Parsons menawarkan bentuk ketakutan yang berbeda.
Penonton dibawa masuk ke ruangan asing yang terasa akrab sekaligus mengganggu. Sensasi ini tidak berasal dari ancaman fisik.
>>> Promotor Buka Penjualan Umum Tiket Konser BTS di Jakarta
Menurut psikolog Ira Israel, LMFT, teror muncul dari konfrontasi dengan trauma dan penyesalan. Backrooms menjadi representasi visual perjalanan menuju alam bawah sadar.
Perjalanan Batin Tokoh Utama
Cerita berpusat pada Clark, mantan arsitek yang kini mengelola toko furnitur. Ia berjuang mengatasi ketergantungan alkohol.
>>> Tuchel Matangkan Skuad Inggris Jelang Piala Dunia 2026
Kehidupan Clark berubah setelah menemukan portal misterius. Portal itu membawanya ke labirin lorong tanpa ujung.
Dalam perjalanan, Clark ditemani terapisnya, Dr. Mary Kline. Dunia Backrooms menyimpan ketakutan dan luka batin yang ditekan.
Tokoh utama dipaksa berhadapan dengan konsekuensi masa lalu. Ia juga bertemu versi ideal dirinya yang tak pernah tercapai.
>>> Grab Indonesia Gelar Forum Bisnis Bahas Optimasi AI untuk Efisiensi
Konsep ini berkaitan dengan pemikiran Jacques Lacan tentang hilangnya gambaran ideal diri. Ancaman terbesar bukanlah makhluk mengerikan, melainkan kesadaran emosional bahwa hidup tak berjalan sesuai harapan.
Ira Israel menilai kekuatan Backrooms terletak pada tema penyesalan dan potensi diri yang terkubur. Rasa takut yang dialami penonton terasa dekat dengan konflik psikologis sehari-hari.
>>> Prabowo Resmikan RSUD di Lampung, Janji Renovasi Ratusan Rumah Sakit
Melalui visualisasi ruang kosong yang membingungkan, penonton diajak merefleksikan pilihan hidup dan kesempatan yang terlewat.