⌂ Beranda News Sufmi Dasco Dorong Investor Beli Saham BBCA di Tengah Tekanan IHSG

Sufmi Dasco Dorong Investor Beli Saham BBCA di Tengah Tekanan IHSG

Sufmi Dasco Dorong Investor Beli Saham BBCA di Tengah Tekanan IHSG
Grafik pergerakan saham BCA
A A Ukuran Teks16px

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mendorong para investor untuk membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Imbauan itu disampaikan di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).

>>> Sufmi Dasco Tanggapi Pembelian Saham BCA: Ikuti Mekanisme Pasar

Dasco menilai fundamental perusahaan swasta tersebut sangat kuat dan strategis. Ia juga melihat momentum harga saham BBCA yang sedang relatif murah.

"Apalagi, saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah, ya dibeli saja," kata Dasco kepada awak media.

Tekanan IHSG dan Aksi Buyback

Selain investor umum, Dasco sebelumnya mendorong BPI Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan pengelola dana pensiun BUMN untuk melakukan buyback.

Hal ini menyusul koreksi harga signifikan pada saham berfundamental kuat akibat tekanan IHSG sejak tahun lalu.

IHSG tercatat melorot 32,2% ke level 5.876 sejak awal tahun. Tekanan berasal dari posisi jual bersih investor asing yang masif.

Pada penutupan perdagangan kemarin, posisi jual bersih asing mencapai Rp2,93 triliun di pasar reguler. Total sejak awal tahun menyentuh Rp78,32 triliun.

>>> Knicks Balikkan Keadaan Atas Spurs di Game 4 Final NBA

Saham BBCA berbalik menguat 1,33% ke level 5.725 pada perdagangan pagi ini. Sehari sebelumnya, saham BBCA ditutup menguat 9,7% ke posisi Rp5.650 per saham.

Saat ini, saham BBCA mencerminkan price to book value (PBV) sekitar 2,72 kali. PE Ratio (PER) berada di 12,15 kali.

Prospek Kinerja BBCA

Analis Bloomberg Intelligence Sarah Jane Mahmud dan Alison Hor menilai kenaikan suku bunga acuan berpotensi besar mendorong kinerja BBCA.

BBCA dinilai lebih unggul dibanding kompetitornya.

"BBCA berpotensi memperoleh peningkatan laba yang lebih besar dibanding bank-bank sejenis.

Keunggulan BBCA terletak pada basis dana murah yang sangat besar, mencapai 81% dari total Dana Pihak Ketiga, lebih tinggi dibanding bank sejenis yang berkisar 67–70%," jelas mereka.

>>> Harga Emas Pegadaian 11 Juni 2026 Kompak Turun Drastis

Kondisi tersebut membuat BBCA lebih baik dalam mengelola tekanan kenaikan biaya pendanaan.

Hal ini juga mendukung pemulihan Net Interest Margin (NIM) yang tahun lalu turun 10 basis poin menjadi 5,7%.

Kenaikan suku bunga terbaru, termasuk kenaikan 50 basis poin oleh BI pada 20 Mei, diestimasikan mendorong NIM BBCA melampaui panduan manajemen di rentang 5,4-5,6%.

"Sebagai gambaran, setiap kenaikan 10 basis poin pada margin berpotensi mendukung pertumbuhan laba pada kisaran high single digit (mencapai 7–9%), lebih tinggi dibanding proyeksi pasar saat ini yang memprediksi pertumbuhan laba sekitar 5%," terang Sarah dan Alison.

Konsensus pasar Bloomberg menunjukkan sikap bullish. Sebanyak 35 dari 37 analis (94,6%) merekomendasikan beli saham BBCA.

Target harga 12 bulan ke depan berada di Rp8.826 per saham. Ini mencerminkan potensi kenaikan mencapai 56,9%.

>>> Warren Buffett Ungkap Kesalahan Fatal Investor Pemula dalam Berinvestasi

Target paling optimistis dari Erwin Wijaya seharga Rp10.100 per saham. Ferry Wong memberikan target senilai Rp9.800 per saham.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru