Warren Buffett, investor legendaris dan mantan CEO Berkshire Hathaway, kembali memberikan pelajaran berharga tentang investasi. Sebuah video lama miliknya yang viral di platform X menjadi sorotan.
Dalam video tersebut, pria berjuluk Oracle of Omaha itu membedah kekeliruan mendasar yang kerap dilakukan investor. Kesalahan ini terjadi saat mereka berupaya melipatgandakan kekayaan di pasar saham.
>>> Antam Pangkas Rasio Dividen Jadi 70 Persen demi Proyek Masa Depan
Buffett menggunakan analogi dari buku The Science of Hitting karya legenda bisbol Ted Williams. Ia menekankan perbedaan besar antara aturan bisbol dan dunia investasi.
Dalam bisbol, seorang pemukul harus mengayunkan pemukul ketika bola memasuki zona strike. Jika tidak, wasit akan menyatakan strike tiga kali dan pemain dinyatakan out.
"Dalam investasi, tidak ada istilah called strikes (strike karena tidak mengayun)," ujar Buffett.
Menurutnya, pelaku pasar dihadapkan pada ribuan opsi saham setiap hari. Namun, investor tidak memiliki kewajiban untuk langsung membeli atau "mengayunkan" modalnya.
>>> Bank Indonesia Catat Penjualan Ritel April 2026 Turun 3,7 Persen
"Saya hanya akan mendapatkan strike jika saya mengayun pada bola tersebut namun meleset," tambahnya.
Buffett menilai banyak pelaku pasar terjebak dalam kekeliruan fatal karena merasa wajib memiliki pandangan terhadap semua peluang. Padahal, pergerakan pasar tidak perlu ditanggapi secara berlebihan setiap saat.
"Adalah kesalahan besar jika Anda berpikir harus memiliki opini tentang segala hal. Anda hanya perlu memiliki opini tentang beberapa hal saja," tegas pria berusia 95 tahun ini.
Prinsip Kartu Bolong
Praktisi value investing ini sering memberikan ilustrasi mengenai prinsip punch card atau kartu bolong kepada mahasiswa. Konsep ini menjadi kunci utama dalam membangun kekayaan.
Ia meminta investor membayangkan sebuah kartu yang hanya memiliki 20 lubang penanda. Setiap lubang mewakili satu keputusan investasi yang boleh diambil sepanjang hidup mereka.
>>> OG Anunoby Cetak 33 Poin, Knicks Kalahkan Spurs 107-106
Batasan ini akan memaksa seseorang untuk berpikir ekstra keras dan bertindak sangat selektif sebelum menanamkan modal. Menariknya, Buffett menyebut tidak perlu semua keputusan berbuah manis untuk menjadi kaya.
"Anda tidak butuh 20 keputusan yang tepat untuk menjadi kaya raya.
Mungkin hanya empat atau lima keputusan besar yang tepat seiring berjalannya waktu, itu sudah lebih dari cukup," tutupnya.
Melalui Berkshire Hathaway, Buffett konsisten menerapkan strategi membeli saham perusahaan yang harganya di bawah nilai intrinsik atau undervalued.
>>> OG Anunoby Cetak Poin Penentu Kemenangan Knicks atas Spurs
Prinsip ini menitikberatkan pada kesabaran dan pemahaman bisnis yang mendalam.
