⌂ Beranda News Sekolah di Jawa Tengah Manfaatkan AI untuk SPMB 2026

Sekolah di Jawa Tengah Manfaatkan AI untuk SPMB 2026

Sekolah di Jawa Tengah Manfaatkan AI untuk SPMB 2026
Ilustrasi penggunaan AI di sekolah untuk pendaftaran siswa baru
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah sekolah di Jawa Tengah mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melayani Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Langkah ini bertujuan memberikan layanan informasi yang cepat dan tepat bagi masyarakat.

>>> Harga Pertamax Juni 2026 Masih di Bawah Nilai Keekonomian

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengungkapkan hal itu dalam diskusi virtual di kanal YouTube Ditjen PAUD pada Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menyebut beberapa sekolah telah menggunakan layanan informasi berbasis AI.

Pemanfaatan AI diharapkan menjadi terobosan baru di lingkungan sekolah. Sistem ini diproyeksikan membuka akses informasi SPMB secara lebih luas dan praktis.

>>> Bandai Namco Rilis Elden Ring Tarnished Edition untuk Nintendo Switch 2

Implementasi AI di SMA Negeri 1 Purbalingga

Salah satu sekolah yang menerapkan AI adalah SMA Negeri 1 Purbalingga. Mereka meluncurkan program interaktif bernama Lisa (Layanan Informasi SPMB Ganesa).

Sistem ini mampu memberikan respons cepat kepada masyarakat. Sadimin menyatakan bahwa lebih dari 2.000 pertanyaan telah masuk dan dijawab dengan tepat.

>>> Kementerian Dikti Saintek Ungkap Cara Menulis Esai Beasiswa yang Kuat

Melalui platform digital itu, masyarakat bisa bertanya tentang daya tampung siswa hingga prosedur pendaftaran. Jawaban yang diberikan bersumber langsung dari regulasi resmi.

Selain AI, beberapa sekolah juga mengoptimalkan media sosial. SMA Negeri 1 Sapuran di Wonosobo, misalnya, menggelar sesi konsultasi langsung melalui TikTok.

Pembaruan metode pelayanan ini dinilai sebagai representasi SPMB yang ramah bagi calon peserta didik. Proses penerimaan tahun ini mengedepankan keterbukaan dan akuntabilitas tinggi.

>>> IDAI: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit Tropis pada Anak

Integrasi teknologi digital diharapkan meminimalkan kesalahpahaman calon murid dan orang tua. Efisiensi ini juga mendongkrak standar mutu pelayanan selama masa SPMB.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru