PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter per 10 Juni 2026.
Kebijakan ini diambil setelah koordinasi dengan pemerintah dan evaluasi harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
>>> Jadwal Playoff MPL ID S17 Rabu 10 Juni 2026: Dewa United vs Geek Fam Jadi Pembuka
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti aturan yang berlaku.
Ia menegaskan langkah ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas.
Kenaikan harga Pertamax dinilai dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebelumnya, harga Pertamax ditahan di Rp12.300/liter sejak April 2026, dan selisih dengan harga keekonomian ditanggung Pertamina lalu dikompensasi pemerintah.
Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas Edi Chandren mengatakan kenaikan harga Pertamax memberikan sinyal kedisiplinan terkait harga energi.
>>> Pemprov DKI Terbitkan Instruksi Gubernur 5/2026 untuk Genjot Pemilahan Sampah
Meski demikian, ia menilai masih ada ketidakjelasan hubungan langsung kenaikan ini dengan APBN.
Potensi Migrasi ke Pertalite dan Dampak Sosial
Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai kenaikan 32% ini bakal memukul kelas menengah rentan.
Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar mengatakan pengguna Pertamax bukan hanya orang kaya, tetapi juga pekerja, pegawai, guru, dan ojek online.
Media khawatir masyarakat akan beralih ke Pertalite seharga Rp10.000/liter. Hal ini berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi energi karena peningkatan konsumsi BBM bersubsidi.
>>> Cara Mudah Daftar Barcode Pertamina untuk Beli BBM Subsidi
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menambahkan beban belanja energi sudah meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.
Simulasi sensitivitas menunjukkan kegagalan mengendalikan kurs rupiah dapat menambah belanja negara Rp91,5 triliun.
Pertamina sebelumnya mengonfirmasi harga keekonomian Pertamax sempat menembus sekitar Rp17.000/liter. Atas diskusi dengan pemerintah, harga ditahan di Rp12.300/liter sejak April, dan selisihnya dikompensasi pemerintah.
Anggaran subsidi dan kompensasi energi Indonesia pada 2026 dipatok Rp381,3 triliun untuk BBM, LPG 3 kg, dan listrik.
Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dipertahankan masing-masing Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.
>>> Kemkomdigi Terima Laporan Penilaian Mandiri dari 64 Platform Digital
Berikut daftar harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 10 Juni 2026:
- Pertamax: Rp16.250/liter
- Pertamax Turbo: Rp20.750/liter
- Pertamax Green 95: Rp17.000/liter
- Dexlite: Rp23.000/liter
- Pertamina Dex: Rp24.800/liter
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Solar: Rp6.800/liter