⌂ Beranda News Investor Global Borong Saham Bank Mandiri Saat IHSG Terkoreksi

Investor Global Borong Saham Bank Mandiri Saat IHSG Terkoreksi

Investor Global Borong Saham Bank Mandiri Saat IHSG Terkoreksi
Gedung Bank Mandiri dan grafik saham
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah investor global memanfaatkan pelemahan pasar modal Indonesia dengan menambah portofolio saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Aksi borong ini terjadi meskipun harga saham BMRI terkoreksi 19,8% secara year-to-date ke level Rp4.090 per lembar.

>>> Kode Redeem FC Mobile 10 Juni 2026: Klaim Gems dan Paket Pemain Gratis

Vanguard Group Inc menjadi salah satu pembeli terbesar.

Manajer investasi asal AS ini menambah kepemilikan sekitar 19,91 juta saham BMRI dalam dua bulan terakhir dengan harga eksekusi rata-rata Rp4.140 per saham.

Secara akumulasi sejak Januari 2026, Vanguard telah membeli 65,67 juta saham BMRI.

Pembelian terbesarnya terjadi pada kuartal III-2025 sebanyak 251,07 juta saham dengan harga perolehan Rp4.196 per lembar.

Berdasarkan data Bloomberg per 9 Juni 2026, Vanguard kini menguasai 2,2 miliar saham BMRI dengan nilai valuasi Rp8,78 triliun.

Biaya perolehan rata-rata perusahaan berada di angka Rp2.709 per saham, sehingga posisi floating profit tetap aman.

Investor Lain Ikut Borong

Blackrock Inc mengamankan 320,57 juta saham BMRI dari Januari hingga awal Juni 2026.

>>> Film Pemikat Jiwa Rilis Trailer, Angkat Horor Psikologis Praktik Pelet

Total kepemilikan Blackrock kini mencapai 1,95 miliar saham senilai Rp7,37 triliun dengan cost basis Rp3.417 per saham, mencatat floating profit 16,45%.

Lazard Inc menyerap 89,89 juta lembar saham BMRI selama kuartal I-2026 dengan harga rata-rata Rp4.487 per saham.

Namun, lembaga manajemen aset asal New Orleans ini tidak menambah porsi dalam dua bulan terakhir dan kini memegang 535,46 juta saham senilai Rp2,19 triliun.

Lazard telah berinvestasi di Bank Mandiri sejak akhir 2005 dengan harga rata-rata keseluruhan Rp3.397 per saham.

Sementara itu, Abardeen Group Plc memborong 80,92 juta saham BMRI dalam dua bulan terakhir dengan harga rata-rata Rp4.137 per saham.

Abardeen sebelumnya membeli 140,48 juta saham pada kuartal III-2025 seharga Rp4.196. Total kepemilikan Abardeen kini 373,65 juta saham BMRI dengan valuasi Rp1,53 triliun.

Perusahaan investasi asal Inggris ini sudah menanamkan modal sejak akhir 2014.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

Kinerja Keuangan Solid

Aksi borong investor asing beriringan dengan capaian finansial positif Bank Mandiri.

Emiten membukukan laba bersih Rp15,4 triliun pada kuartal I-2026, naik 16,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,19 triliun.

Pertumbuhan laba didorong oleh penyaluran kredit yang masif.

Volume kredit Bank Mandiri tumbuh 17,4% secara tahunan menjadi Rp1.530 triliun, melampaui rata-rata industri 9,37%.

Dana pihak ketiga (DPK) terkumpul Rp1.675 triliun atau naik 21,1% secara tahunan, di atas rata-rata industri 13,2%.

Rasio non-performing loan (NPL) terjaga rendah di angka 0,98%, lebih baik dari rata-rata industri 2,17%.

Return on equity (RoE) tercatat 22,1% dan capital adequacy ratio (CAR) 19,7%.

>>> Daftar Harga HP Xiaomi Redmi dan Poco 9 Juni 2026, Mulai Rp1,599 Juta

“Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam public expose kuartal I-2026 di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru