Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di zona hijau pada perdagangan pagi hari, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, penguatan indeks bursa domestik ini tercatat mencapai 3,26% hingga menyentuh posisi 5.933.
Sinyal penguatan IHSG sudah terlihat sejak pembukaan pasar perdagangan pagi. Indeks sempat menembus level tertinggi pada angka 5.939, sementara posisi terendah tertahan di level 5.677.
Lonjakan IHSG pada paruh pertama perdagangan ini utamanya digerakkan oleh apresiasi harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Saham BBCA langsung melompat dengan kenaikan 6% menuju level Rp5.500 per saham.
Pada saat yang sama, saham BRPT melonjak hingga 14% ke angka Rp1.890 per saham, sedangkan saham DSSA menguat pesat 20% ke posisi Rp820 per saham.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatat volume transaksi telah mencapai 14 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp9,91 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 987 ribu kali transaksi.
Secara keseluruhan, pergerakan saham di papan bursa didominasi oleh tren positif. Tercatat sebanyak 526 saham bergerak naik, 128 saham mengalami pelemahan, dan 93 saham lainnya stagnan tidak bergerak.
Laju positif IHSG merupakan dampak langsung dari apresiasi harga jajaran saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps). Emiten perbankan swasta terbesar seperti BBCA menjadi motor utama penggerak indeks.
Saham Pendorong Kenaikan IHSG
Berdasarkan data pasar pada Rabu (10/6/2026) pagi, terdapat sepuluh saham papan atas yang menjadi penopang utama kenaikan indeks saham gabungan.
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 28,25 poin
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 16,44 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 14,19 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 13,29 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 10,64 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 7,86 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 7,78 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 7,48 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 3,5 poin
- Global Digital Niaga (BELI) menyumbang 2,82 poin