Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Anggota DEN, Chatib Basri, menyatakan pengelolaan program yang efisien akan memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal. Hal ini juga mendorong stabilitas ekonomi di tengah tekanan global dan domestik.
>>> Jepang Gencarkan Perawatan Prakonsepsi untuk Atasi Penurunan Kelahiran
"Salah satunya adalah langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu diantaranya di dalam kaitan dengan MBG," ujar Chatib Basri.
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengonfirmasi program ini masih memerlukan pembenahan tata kelola. Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar perbaikan tersebut.
"Saya pikir tinggal kita tata dengan baik agar efisien, sekarang anggaran cukup efisien kalau targeted semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan," kata Luhut.
>>> Cara Klaim DANA Kaget Terbaru dengan Mudah dan Aman
Dampak Program MBG terhadap UMKM Lokal
Berdasarkan kajian DEN, program MBG turut membentuk rantai pasok baru bagi pelaku usaha lokal.
Survei acak terhadap 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan 86,9 persen SPPG telah melibatkan UMKM setempat.
"Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden (Prabowo) untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem rantai pasok yang baru," tutur Anggota DEN, Septian Hario Seto.
>>> Mengenal Dampak Buruk Oversharing dan Faktor Psikologis Pemicunya
DEN menemukan sekitar 65 persen UMKM mitra berada di kabupaten yang sama dengan SPPG. Selain itu, 99 persen tenaga kerja merupakan warga lokal.
Meski kepuasan kinerja UMKM di atas 70 persen, DEN mencatat perlunya perbaikan akses permodalan. Hal ini agar pasokan berjalan berkelanjutan.
"Komoditasnya juga lebih beraneka ragam.
>>> Jasa Armada Indonesia Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Jadi ini kami juga melihat ini menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan ekonomi (triwulan I-2026) mencapai 5,61%," tambah Septian.