⌂ Beranda News Enam Emiten Siap Gelar RUPS untuk Bahas Dividen

Enam Emiten Siap Gelar RUPS untuk Bahas Dividen

Enam Emiten Siap Gelar RUPS untuk Bahas Dividen
Ilustrasi Rapat Umum Pemegang Saham emiten
A A Ukuran Teks16px

Sebanyak enam emiten dari berbagai sektor dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham pada Rabu, 10 Juni 2026.

Agenda utama rapat tersebut adalah membahas penggunaan laba bersih dan pembagian dividen tahun buku 2025.

>>> XLSmart Targetkan Jaringan 5G Jangkau 88 Kota Akhir 2026

Keenam perusahaan yang akan melaksanakan rapat adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

ANTM Jadi Sorotan Pasar

PT Aneka Tambang Tbk menjadi emiten yang paling menarik perhatian pelaku pasar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih perusahaan tambang BUMN tersebut melonjak drastis hingga Rp7,21 triliun pada tahun buku 2025.

Nilai laba per saham mencapai Rp299,98.

>>> R&I Fest 2026 Siap Digelar di JIExpo Kemayoran pada Agustus

Ekspektasi pasar terhadap nilai dividen tunai ANTM dipicu oleh rekam jejak perseroan. Pada tahun buku 2023 dan 2024, rasio pembayaran dividen mencapai 100 persen.

Keputusan mengenai dividen final belum resmi karena rapat baru dilaksanakan esok hari. Lembaga analis telah mengeluarkan estimasi terkait potensi rasio pembayaran tersebut.

"Kepastian besaran dan jadwal keluar setelah RUPST besok," pungkas BRIDS mengingatkan.

Pergerakan harga saham ANTM di pasar modal telah merespons positif rencana rapat ini.

Saham ANTM menguat 4,83 persen menjadi Rp3.040 pada penutupan sesi I perdagangan 2 Juni 2026 setelah sempat menyentuh level Rp3.060 per lembar saham.

>>> Pemkot Tangerang Sediakan 142 Sekolah Swasta Gratis untuk SD dan SMP

Selain membahas alokasi keuntungan, agenda rapat ANTM juga mencakup persetujuan penugasan khusus terkait percepatan program hilirisasi nikel. Perubahan susunan pengurus direksi dan komisaris juga akan dibahas.

Lima emiten lainnya juga membawa agenda penting masing-masing. IMPC mengajukan perubahan susunan direksi serta penjaminan aset perusahaan di atas 50 persen untuk kebutuhan pendanaan.

BYAN, emiten sektor batu bara, akan membahas paket remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi tahun 2026.

Penyesuaian Anggaran Dasar juga akan dilakukan dalam rangka penyelarasan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2025.

>>> Mondelez Indonesia Ajak Anak Bijak Kelola Plastik di Jakarta Future Festival 2026

Kepastian final mengenai besaran dividen dari seluruh emiten tetap bergantung pada keputusan para pemegang saham dalam RUPS yang berlangsung pada 10 Juni 2026.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru