Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 5.594,76 dalam perdagangan pekan lalu, 2–5 Juni 2026.
Angka tersebut menjadi level terendah sejak November 2020 atau lebih dari lima tahun terakhir.
Pelemahan IHSG mencapai 8,69 persen secara point-to-point.
Penyebab utama adalah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang menembus Rp7,38 triliun secara akumulatif di seluruh pasar.
Jual bersih di pasar reguler sepanjang 2026 kini mencapai Rp72,22 triliun.
Sementara itu, akumulasi jual bersih year-to-date di seluruh pasar mencapai Rp61 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp2,28 triliun.
Akibatnya, harga saham BBCA turun 10,96 persen ke Rp5.075 per saham.
Daftar 10 Saham dengan Net Sell Terbesar oleh Investor Asing
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp2,28 triliun
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp2 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Rp1,02 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) – Rp399,53 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) – Rp382,97 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp283,12 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Rp273,14 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp266,36 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp218,02 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp172,37 miliar
Selain sektor perbankan, emiten energi dan infrastruktur juga mencatat pelepasan signifikan oleh investor asing.
Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru mencatat net buy asing sebesar Rp266,63 miliar.
Meski demikian, harga saham BUMI tetap turun 17,26 persen ke Rp139 per saham pada penutupan perdagangan.