⌂ Home News Prabowo Larang Keras Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
News

Prabowo Larang Keras Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di Sentul

Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan di Sentul International Convention Center
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan di Sentul International Convention Center
A A Text Size16px

Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan keras bagi para pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkaya diri melalui anggaran ketahanan pangan.

Penegasan ini disampaikan dalam acara pengarahan di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, yang dikutip pada Kamis (4/6/2026).

Peringatan ini diterbitkan menyusul penetapan tersangka kasus korupsi program MBG terhadap mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua Wakil Kepala BGN yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Peringatan Presiden

Pengarahan tersebut dihadiri oleh ribuan peserta dari unsur Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, hingga mitra program.

Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan kesakralan pemenuhan gizi bagi masyarakat miskin.

"Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum.

Makan paling gampang dikorupsi," tegas Prabowo.

Pengurangan porsi makanan juga menjadi poin utama yang dilarang oleh Kepala Negara karena dinilai merugikan hak anak-anak penerima manfaat.

Prabowo mencontohkan ketentuan pembagian potongan daging ayam agar tidak dimanipulasi.

"Kalau potong lebih dari 14 dosa, dosa, berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa? Betul?

Nanti saya minta ya Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor, ayamnya kecil atau besar.

Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang," ujar Prabowo.

Selain masalah porsi, pengawasan juga diarahkan pada variasi menu makanan yang disajikan ke instansi sekolah.

Mantan Danjen Kopassus tersebut secara spesifik melarang penyajian menu telur dadar yang rentan dicampur bahan pengisi.

"Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan?

Tepungnya lebih banyak dari telurnya. Jadi telur harus utuh ceplok atau rebus," kata Prabowo.

About the Author
📰 Latest Updates