Mantan manajer Liverpool dan Real Madrid, Rafa Benitez, secara terbuka membidik posisi pelatih kepala tim nasional Italia yang sedang kosong.
Kursi kepelatihan Azzurri lowong setelah Gennaro Gattuso mundur akibat kegagalan lolos ke Piala Dunia.
>>> Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Lewat Program Sambungkan Senyuman
Kekosongan ini terjadi di tengah masa transisi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang menunggu pemilihan presiden baru pada 22 Juni 2026.
Pelatih tim U-21 Silvio Baldini ditunjuk sebagai pelaksana tugas sementara.
Benitez, yang saat ini tanpa klub setelah meninggalkan Panathinaikos, menyampaikan ketertarikannya saat berbicara kepada Sky Sport di sela-sela final Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain.
"Saya sedang belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa Italia saya. Melatih tim nasional di masa depan bisa menjadi pilihan nyata bagi saya," kata Benitez.
Pria asal Spanyol itu memiliki rekam jejak kuat di Italia dengan raihan gelar Piala Dunia Antarklub FIFA, Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana saat menukangi Inter Milan dan Napoli.
>>> Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
"Saya, pelatih tim nasional Italia? Saya akan melakukannya dengan sangat senang hati," ujar Benitez.
Selain Benitez, nama Roberto Mancini dan Antonio Conte juga masuk bursa calon pelatih Azzurri.
Conte dilaporkan berambisi mengulang catatan 14 kemenangan dari 24 laga bersama Italia.
Spekulasi Masa Depan Guardiola
Sementara itu, spekulasi mengenai masa depan kepelatihan internasional juga menerpa Pep Guardiola yang resmi mundur dari Manchester City setelah mempersembahkan 20 trofi selama satu dekade.
Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, memprediksi bahwa Guardiola akan beralih ke level negara setelah menaklukkan kompetisi klub di Spanyol, Jerman, dan Inggris.
>>> Persaingan Sengit MotoGP di Mugello Hari Ini, Veda Ega Start P13
"Dia jenius dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan dilakukan oleh seorang jenius, tetapi jika saya harus mengatakan sesuatu, mungkin dia sedang menunggu kesempatan untuk bergabung dengan tim nasional," jelas Xavi.
Xavi menambahkan bahwa kedekatan Guardiola dengan kultur sepak bola Britania Raya membuat peluang melatih tim nasional Inggris menjadi opsi yang masuk akal.
"Dalam hal klub, dia telah melakukan segalanya, jadi saya pikir tantangan baru baginya adalah tim nasional," kata Xavi.
Xavi melontarkan pujian tinggi terhadap kapasitas taktis mantan mentornya tersebut yang dianggapnya sebagai standar emas dalam dunia kepelatihan modern.
"Jika dia bukan yang terbaik, dia adalah salah satu yang terbaik," kata pelatih kelahiran Terrassa itu.
>>> Sungai Watch Kumpulkan 22 Ton Sampah Plastik Lewat Kampanye Run for Rivers
Proses perombakan manajemen dan pencarian arsitek taktik baru bagi tim nasional Italia serta masa rehat Guardiola kini menjadi fokus utama yang dinantikan publik sepak bola global.
