PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) menyediakan sekitar 35 ribu tiket untuk dua pertandingan uji coba internasional Timnas Indonesia.
Laga tersebut akan berlangsung dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
>>> BPIP Rilis Tema dan Logo Garuda Utuh untuk Hari Lahir Pancasila 2026
Dua tim yang akan dihadapi skuad Garuda adalah Oman dan Mozambik. Tiket untuk kedua pertandingan tersebut sudah mulai dijual sejak 22 Mei 2026.
Direktur Utama PT GSI, Marsal Masita, mengakui bahwa antusiasme publik terhadap laga uji coba ini mengalami penurunan. Hal itu berbeda dengan periode Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebelumnya.
"Persiapannya, tiketnya sudah dijual, sudah tersedia. Ada program khusus juga kita tawarkan bermacam-macam," ujar Marsal Masita.
Tiket dijual dalam tiga kategori harga.
Kategori Mandiri Premium West/East seharga Rp750 ribu, Freeport Garuda West/East Rp500 ribu, dan Aqua Garuda South/North Rp300 ribu.
Untuk mengantisipasi jumlah penonton, panitia memutuskan menutup seluruh area tribun atas stadion. Hanya tribun bawah yang akan dioptimalkan.
"Yang dibuka di tribune bawah saja. Jadi atas kita tidak buka.
>>> Keluarga Tewas di Tenda saat Berkemah Akibat Keracunan Gas Karbon Monoksida
Totalnya 35.000-an kurang lebih untuk dua pertandingan pada 5 dan 9 Juni 2026," kata Marsal Masita.
Marsal menilai melandainya minat suporter merupakan bagian dari fase transisi. Skuad Garuda saat ini sedang dalam siklus pembangunan fondasi tim yang baru.
"Kami menyadari bahwa saat ini sepak bola Indonesia sedang memasuki siklus baru, sama seperti yang terjadi pada 2022 lalu.
Karena itu, prosesnya memang harus berjalan bertahap," ujarnya.
Setelah uji coba Juni, Timnas Indonesia akan mengikuti ASEAN Championship pada Juli-Agustus. Tim juga sedang mempersiapkan diri menuju putaran final Piala Asia 2027.
PT GSI memproyeksikan lonjakan kehadiran suporter akan terjadi kembali saat timnas memasuki masa krusial tahun depan.
"Mungkin tahun depan antusiasme suporter akan semakin terlihat karena sudah memasuki fase Kualifikasi Piala Dunia 2030," kata Marsal.
>>> Asus Luncurkan ROG Rapture GT-BN98 Pro, Router Wi-Fi 8 Pertama di Dunia
Meski atmosfer stadion diprediksi lebih tenang, hasil positif dari laga persahabatan ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan minat pencinta sepak bola nasional secara bertahap.
"Untuk saat ini pertandingan yang dijalani masih bersifat friendly match.
Kami berharap antusiasme penonton akan tumbuh secara bertahap, seiring dengan hasil positif yang nantinya diraih timnas," tutup Marsal Masita.
Laga pertama melawan Timnas Oman akan berlangsung Jumat, 5 Juni 2026 pukul 20.00 WIB. Pertandingan kontra Mozambik akan digelar empat hari kemudian.
Timnas Oman yang dilatih John Herdman memiliki rerata usia skuad 28,8 tahun.
Pemain senior seperti kapten Harib Al-Saadi (36 tahun) dan kiper Faiyz Al-Rusheidi (37 tahun) masih menjadi andalan.
Dari segi peringkat, Oman menempati posisi ke-79 FIFA dengan 1313,46 poin. Indonesia berada di peringkat ke-122 dengan 1144,88 poin.
>>> Kader PDI Perjuangan Bagikan Daging Kurban untuk Wong Cilik
Oman membawa lima pemain abroad, termasuk rekan setim Pratama Arhan di True Bangkok United, Muhsen Al-Ghassani. Namun, Arhan dipastikan absen akibat cedera.