⌂ Beranda News Pertamina Lubricants Beri Panduan Kenali Waktu Ganti Oli Mobil

Pertamina Lubricants Beri Panduan Kenali Waktu Ganti Oli Mobil

Pertamina Lubricants Beri Panduan Kenali Waktu Ganti Oli Mobil
Ilustrasi mobil menyalakan lampu hazard saat hujan deras
A A Ukuran Teks16px

Pemilik kendaraan roda empat sering kali bingung menentukan waktu yang tepat untuk mengganti pelumas mesin.

Oli memiliki fungsi krusial sebagai pelindung utama mesin dari panas ekstrem dan gesekan antarkomponen.

>>> Unpad Buka Pendaftaran SMUP 2026 Jalur Mandiri, Ini Rincian Biaya Kuliah

Menurut keterangan resmi PT Pertamina Lubricants, pelumas akan mengalami penguapan, oksidasi, hingga kontaminasi dari sisa pembakaran seiring pemakaian.

Kemampuan oli dalam memproteksi mesin akan menurun drastis jika masa pakainya habis, sehingga berisiko merusak performa kendaraan.

Secara umum, pemilik sepeda motor disarankan mengganti pelumas setiap 2.000–3.000 km, sedangkan mobil berkisar 5.000–15.000 km.

Namun, tolok ukur jarak itu tidak absolut karena ketahanan pelumas dipengaruhi jenisnya, mulai dari mineral, semi-sintetik, hingga full synthetic.

Faktor eksternal seperti medan jalan berdebu dan kemacetan lalu lintas juga memengaruhi beban kerja mesin.

>>> iPhone 12 Mini Masih Diburu di 2026, Harga Bekas Mulai Rp4 Jutaan

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, mengatakan rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tetapi juga kemampuan pelumas menghadapi beban mesin di kondisi ekstrem.

Oli full synthetic umumnya memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan jenis mineral.

Ketahanan pelumas juga dipengaruhi kepatuhan pemilik dalam melakukan perawatan berkala dan penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

Indikator Oli Harus Segera Diganti

Berikut tanda-tanda pelumas kendaraan perlu segera diganti:

1. Muncul suara kasar atau dengungan pada mesin akibat lapisan pelumas menipis sehingga gesekan antarkomponen logam meningkat.

>>> Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Kompak Super&One di Jepang

2. Akselerasi terasa berat karena oli yang telah melampaui masa pakai tidak mampu mengalir optimal ke seluruh komponen.

Dampaknya, respons pedal gas melambat, tenaga kendaraan menyusut, dan suhu mesin berpotensi melonjak saat di tanjakan atau macet.

3. Peningkatan suhu mesin secara signifikan akibat penurunan kinerja pelumas dalam mereduksi panas.

4. Lonjakan konsumsi bahan bakar karena mesin dipaksa bekerja ekstra keras untuk menghasilkan daya yang sama.

Hal itu memicu penurunan efisiensi pembakaran yang berujung pada konsumsi BBM lebih boros.

>>> Panduan Cek Lembaga Kurban Digital yang Amanah

Pengendara juga dianjurkan mendokumentasikan tanggal dan angka jarak tempuh setiap kali mengganti oli untuk memudahkan pemantauan rutin.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru