Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Bandara Orly, Paris, Prancis pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Kunjungan kenegaraan ini bertujuan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
>>> Rekor Clean Sheet Boca Juniors di Copa Libertadores Tak Terkejar
Kepala negara menempuh perjalanan udara selama 16 jam dari Jakarta.
Ia disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou serta ratusan Warga Negara Indonesia (WNI).
Lawatan ini merupakan balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia tahun lalu.
Kunjungan ini juga menjadi kelanjutan dari rangkaian pertemuan intensif kedua pemimpin sepanjang 2025 dan 2026.
>>> Santos Hadapi Deportivo Cuenca di Tengah Spekulasi Masa Depan Gabriel Brazao
Peningkatan Status Hubungan Bilateral
Pemerintah kedua negara berencana mengumumkan peningkatan status hubungan bilateral menjadi Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan peningkatan ini mencerminkan pentingnya posisi Indonesia dan Prancis di tengah ketidakpastian global.
Dialog bilateral akan memprioritaskan penguatan sektor pertahanan dan keamanan melalui komitmen industri militer yang seimbang.
>>> Jennifer Lozano Melaju ke Final Copa America 2026
Pembahasan juga mencakup pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), pengelolaan mineral kritis, investasi hilirisasi, serta kerja sama pendidikan dan inovasi sains.
Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1950.
Kerja sama ini terus berkembang, terutama melalui modernisasi alutsista Indonesia dengan pengadaan jet tempur Rafale dan pembuatan kapal selam strategis.
Bagi Indonesia, Prancis menjadi mitra kunci pengamanan teknologi tinggi dalam program hilirisasi mineral kritis.
>>> PKN STAN Dampingi Wajib Pajak Gunakan Coretax di KPP Pondok Aren
Bagi Prancis, kerja sama ini menjadi langkah geopolitik mempertahankan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik.