Pekerjaan membersihkan bagian luar gedung bertingkat selama ini bergantung pada gondola dan tenaga manusia di ketinggian.
Metode itu dinilai menyimpan risiko keselamatan yang cukup tinggi bagi pekerja.
Seiring kebutuhan pemeliharaan bangunan terus ada, drone mulai dilirik sebagai alternatif untuk membantu proses pembersihan fasad.
Cara kerja drone cleaning
Berbeda dari pendekatan konvensional, drone cleaning memungkinkan penyemprotan dilakukan dari udara tanpa menempatkan pekerja langsung di titik yang dibersihkan.
Sistemnya memakai pasokan air dari bawah melalui selang dan pompa.
Air yang telah dicampur cairan pembersih dialirkan lewat selang, lalu disemprotkan ke permukaan bangunan.
Pendekatan ini menjadi salah satu alasan teknologi tersebut mulai dilirik untuk pekerjaan pemeliharaan gedung.
Meski begitu, penerapannya tetap perlu menyesuaikan kondisi bangunan dan prosedur keselamatan.
Pengembangan di Indonesia
Di Indonesia, salah satu pengembangan teknologi ini dilakukan Frogs Indonesia melalui Nakula Series.
Drone tersebut dirancang untuk membantu pembersihan gedung, termasuk bagian fasad yang sulit dijangkau.
CEO Frogs Indonesia, Adhitya Chandra, menyebut pembersihan gedung tinggi masih melibatkan tenaga manusia dengan peralatan khusus seperti gondola.
Menurutnya, kondisi itu membawa risiko kerja yang perlu diperhatikan.
Ia menyampaikan hal tersebut pada Senin (26/10/2026).
Penggunaan drone disebut mulai dikembangkan untuk membantu proses pembersihan, termasuk pada gedung hotel dan perkantoran.

