NetApp memperkenalkan Novus, arsitektur penyimpanan data yang dirancang untuk mendukung pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala besar.
Peluncuran diumumkan pada 8 Oktober 2026 oleh perusahaan infrastruktur data yang tercatat di Nasdaq dengan kode saham NTAP.
Teknologi ini menyasar penyedia layanan komputasi AI yang mengoperasikan ratusan ribu hingga jutaan unit pemroses grafis.
Kapasitas throughput-nya dirancang melampaui 100 terabyte per detik.
Fokus pada Neocloud dan GPU-as-a-Service
NetApp menargetkan penyedia neocloud dan layanan GPU-as-a-Service yang membutuhkan infrastruktur untuk menopang beban kerja AI dalam skala besar.
Bagi pelaku bisnis infrastruktur AI, kemampuan penyimpanan dalam memasok data menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efisiensi investasi.
Ketika pasokan data tidak mampu mengimbangi kebutuhan GPU, kapasitas komputasi yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Chief Product Officer NetApp, Syam Nair, mengatakan kebutuhan infrastruktur AI telah melampaui kemampuan arsitektur penyimpanan konvensional.
Menurut dia, sistem penyimpanan perlu dirancang agar mampu mengikuti pertumbuhan skala komputasi sekaligus membantu operator meningkatkan produktivitas investasi GPU.
"AI factory kesulitan dan ekonomi GPU runtuh ketika data tidak mampu mengimbangi," ujar Syam.
Ia menambahkan penyimpanan era HPC saja tidak mampu melayani skala AI factory sehingga industri membutuhkan arsitektur yang dibangun untuk itu dari awal.
NetApp Novus menggunakan arsitektur yang memisahkan pengelolaan metadata dari jalur data.
Pendekatan ini memungkinkan performa, kapasitas, dan kemampuan menangani akses secara bersamaan ditingkatkan secara independen dalam satu namespace melalui protokol NFS.
