Israel berupaya mempersempit lembah kematian yang membentang antara prototipe laboratorium dan produk komersial di sektor DeepTech.
Jarak itu ditempuh lewat pendanaan negara, infrastruktur pengujian, dan mekanisme penarik investasi swasta.
Tantangan utamanya adalah kebutuhan modal jangka panjang sebelum bisnis DeepTech menghasilkan pendapatan.
Di perangkat medis, bioteknologi, manufaktur canggih, dan teknologi iklim, perjalanan dari riset ke produk bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Peran Otoritas Inovasi Israel
Otoritas Inovasi Israel atau INA menjadi badan kebijakan yang mengatasi kesenjangan itu melalui program pendanaan startup tahap awal.
Menurut INA, investasinya terfokus pada sektor yang porsi modal swasta tahap awalnya rendah.
Pada 2025, perangkat medis, manufaktur canggih, dan kesehatan digital menyumbang sekitar 51% investasi tahap awal INA.
Namun, sektor yang sama hanya menerima sekitar 12% dari aliran modal swasta pada periode tersebut.
Setelah mendapat pendanaan dan prototipe, perusahaan DeepTech masih harus membuktikan teknologinya bekerja di kondisi dunia nyata.
Israel mengembangkan model Beta Sites yang memungkinkan perusahaan rintisan menguji teknologi di rumah sakit, infrastruktur energi, dan lingkungan operasional nyata.

