⌂ Home News Kementan Pantau Pemulihan Harga TBS Sawit Petani Seluruh Indonesia
News

Kementan Pantau Pemulihan Harga TBS Sawit Petani Seluruh Indonesia

Petani sawit dengan tandan buah segar
Petani sawit dengan tandan buah segar
A A Text Size16px

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan pemulihan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani. Harga sempat anjlok akibat regulasi ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Kementerian Pertanian menginstruksikan seluruh korporasi sawit untuk mengembalikan harga beli pada kisaran normal.

Kisaran harga normal adalah Rp 3.200 hingga Rp 3.600 per kilogram, disesuaikan dengan Peraturan Gubernur di tiap wilayah.

Langkah penyesuaian ini dipantau secara ketat. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menurunkan kembali harga beli setelah sempat menaikkannya.

"Sudah 80, 85, mungkin 90% (perusahaan) sudah menaikkan (harga TBS). Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas," kata Amran.

Evaluasi berkala menunjukkan penurunan jumlah korporasi yang belum mematuhi ketetapan harga hingga pertengahan Juni ini. "Jadi tinggal sedikit dari 1.900 perusahaan.

Sekarang tinggal 130-an perusahaan yang belum menaikkan, yang lainnya sudah naik. Tapi tetap kita monitor.

Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia," tutur Amran.

Ketegasan ini diambil karena penurunan harga domestik bertolak belakang dengan kondisi global. Harga minyak sawit mentah dunia menguat dan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

"Ini ada anomali, di saat ini harga harusnya naik bukan turun. Kenapa?

Karena nilai dolar selisih (sudah naik) 10%. Ya harus naik, tidak ada alasan turun.

Kenapa turun? Kami tanya, tidak ada yang bisa jawab.

Oke kita sepakat semua, tidak ada satupun yang menolak. Ketua asosiasi, perusahaannya hadir, pengusahanya hadir, eksportirnya hadir, semua sepakat harga kembali seperti semula," ujar Amran.

Pemerintah berharap momentum penguatan nilai mata uang asing dapat dioptimalkan. Hal ini untuk memacu performa ekspor komoditas pertanian nasional.

"Harusnya (harga TBS) naik 10% daripada harga sebelumnya. Karena ada selisih.

Nilai dolar sekarang Rp 18 ribu. Harusnya momentum ini, kesempatan ini, sektor pertanian, kita gunakan dengan baik.

Tahun lalu ekspor kita naik Rp 167 triliun," sambung Amran.

About the Author
📰 Latest Updates