Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Investor bersikap hati-hati menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, rupiah tercatat turun 0,2% ke posisi Rp17.738 per dolar AS pada pembukaan.
Selanjutnya, mata uang Garuda merosot lebih dalam hingga 0,25% ke level Rp17.747 per dolar AS.
Pelemahan ini mengakhiri tren apresiasi rupiah yang sempat menguat 1,41% dalam lima hari perdagangan sebelumnya. Saat itu, rupiah bergerak seiring penguatan mata uang regional Asia.
Pergerakan Mata Uang Asia
Di kawasan Asia, won Korea Selatan juga melemah 0,27%. Sementara itu, peso Filipina, yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong mencatat penguatan terbatas.
Pasar uang dipengaruhi ekspektasi terhadap hasil rapat The Fed. Bank sentral AS diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%.
Pelaku pasar domestik juga mencermati langkah Bank Indonesia (BI). BI diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan hawkish demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
