⌂ Beranda News Danantara Jamin Kontrak Ekspor Komoditas SDA Tetap Berjalan

Danantara Jamin Kontrak Ekspor Komoditas SDA Tetap Berjalan

Danantara Jamin Kontrak Ekspor Komoditas SDA Tetap Berjalan
Gedung kantor Telkom Group di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan kontrak ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis yang telah diteken tetap berjalan.

Kepastian ini berlaku selama proses ekspor bebas dari praktik under-invoicing.

>>> Harga Emas Dunia Turun Akibat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS

Langkah ini terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.

Regulasi tersebut mewajibkan ekspor SDA dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN yang ditunjuk.

Komitmen Danantara

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan hal tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).

>>> Cara Mudah Bayar Tagihan TikTok PayLater Lewat Aplikasi

"Kami juga akan tetap menjalankan kontrak-kontrak yang sudah dimiliki oleh seluruh perusahaan, tentu akan berjalan sebagaimana yang mereka miliki, selama itu tidak terjadi yang kita hindari yaitu under invoicing dan transfer pricing.

Ini berjalan sebagaimana biasanya," ungkap Dony.

Untuk mendukung kebijakan baru ini, Danantara kini menyiapkan infrastruktur penunjang berupa sistem digital. Sistem ini akan menopang tata kelola ekspor komoditas strategis yang dijalankan DSI agar lebih transparan.

"Kita sedang men-develop satu sistem digitalisasi untuk memastikan bahwa seluruh transaksi sumber daya alam kita dilakukan secara wajar dan transparan," kata Dony.

>>> Rupiah dan IHSG Tertekan, Pengusaha Kawasan Industri Minta Reformasi Struktural

Dony juga mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat tidak perlu cemas karena aktivitas ekspor tetap berlangsung normal.

Evaluasi berkala terhadap implementasi PP ini akan terus dilakukan hingga penerapan penuh pada 31 Desember 2026.

"Kami hanya memastikan sampai dengan nanti kami menemukan pola yang lebih baik setelah 31 Desember tahun 2026. Jadi sementara itu yang bisa saya sampaikan.

>>> Toyota Veloz Hybrid EV Jawab Keraguan Calon Pembeli Mobil Ramah Lingkungan

Jadi tidak usah, semuanya dilakukan secara normal dan transparan," ujar Dony.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru