⌂ Home News Dokter Spesialis Ungkap Penyebab Pelari Sering Mulas Saat Race
News

Dokter Spesialis Ungkap Penyebab Pelari Sering Mulas Saat Race

Pelari memegang perut saat berlari
Pelari memegang perut saat berlari
A A Text Size16px

Banyak pelari pemula mengeluhkan perut mulas hingga ingin buang air besar saat mengikuti ajang lari. Kondisi ini kerap mengganggu performa meskipun latihan sudah dilakukan berbulan-bulan.

Dalam dunia medis, fenomena ini disebut exercise-induced gastrointestinal distress atau runner's trot. Gangguan pencernaan ini diperkirakan dialami 30 hingga 50 persen pelari jarak jauh.

Pemicu Utama dan Cara Mengatasinya

Spesialis kedokteran olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, menjelaskan bahwa asupan makanan yang kurang tepat menjadi pemicu utama.

Ia juga memberikan rekomendasi pengaturan nutrisi dan hidrasi.

"Sebelum race, kurangi serat tinggi, sayur mentah, buah berserat tinggi, kacang-kacangan. Makan 2-3 jam sebelum start, jangan terlalu mepet," kata dr Andi.

Ia mengingatkan agar tidak mencoba jenis makanan baru menjelang perlombaan. "Hanya konsumsi makanan yang sudah dicoba di training.

Race day bukan waktu untuk eksperimen," lanjutnya.

Selain nutrisi, menjaga ketenangan dan pola konsumsi selama di lintasan juga penting. "Selama race, hidrasi sesuai protokol yang sudah dilatih.

Jangan tiba-tiba ngebut minum di water station karena panik," ujarnya.

Untuk pelari Indonesia, keseimbangan elektrolit di iklim tropis perlu diperhatikan. "Isotonik lebih aman daripada air biasa untuk race panjang," katanya.

dr Andi menyarankan menggunakan produk suplemen energi yang sudah biasa dikonsumsi saat latihan.

"Pakai gel atau fueling yang sudah ditoleransi di long run, hindari produk baru di hari H," tutupnya.

About the Author
📰 Latest Updates