⌂ Home News Saham BBCA Anjlok 4,60 Persen ke Level Terendah Lima Tahun
News

Saham BBCA Anjlok 4,60 Persen ke Level Terendah Lima Tahun

Grafik penurunan saham BBCA
Grafik penurunan saham BBCA
A A Text Size16px

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Harga saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia itu merosot 4,60% ke level Rp 5.700.

Level tersebut merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini terjadi bertepatan dengan tanggal efektif rebalancing indeks global MSCI untuk tinjauan Mei 2026.

Aksi Jual Asing dan Respons Domestik

Tekanan utama berasal dari investor asing yang melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 1,95 triliun.

Meski demikian, saham BBCA masih tercatat dalam kompilasi MSCI Global Standard Index.

Volume transaksi saham BBCA melonjak hingga 1,02 miliar saham. Frekuensi perdagangan mencapai 111.208 kali dengan nilai transaksi Rp 5,82 triliun.

Di sisi lain, investor domestik mengambil langkah sebaliknya. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pemodal lokal mencatat net buy bersih sebesar Rp 1,95 triliun.

Pembelian tersebut terjadi pada harga rata-rata Rp 5.763 per saham. Angka ini menjadi catatan net buy tertinggi oleh investor domestik dibandingkan saham lain di bursa.

Valuasi Semakin Atraktif

Penurunan harga membuat valuasi saham BBCA dinilai lebih menarik. Rasio price to book value (PBV) BBCA saat ini berada di posisi 2,71 kali.

Angka tersebut sudah di bawah standar deviasi -2 PBV BBCA selama 10 tahun terakhir yang sebesar 3,21 kali.

Sementara rasio price earning (PER) BBCA tercatat 12,1 kali, juga di bawah standar deviasi -2 PE historical 10 tahun di 16,01 kali.

Analis Stockbit Sekuritas menilai pelemahan saham blue chip seperti BBCA menjadi faktor utama penahan laju IHSG. Indeks akhirnya ditutup di zona merah setelah sempat menguat di awal perdagangan.

About the Author
📰 Latest Updates