⌂ Home News Konflik AS-Iran Picu Lonjakan Pengangguran dan PHK Massal di Inggris
News

Konflik AS-Iran Picu Lonjakan Pengangguran dan PHK Massal di Inggris

Ilustrasi pengangguran dan PHK di Inggris akibat konflik AS-Iran
Ilustrasi pengangguran dan PHK di Inggris akibat konflik AS-Iran
A A Text Size16px

Kondisi ketenagakerjaan di Inggris terguncang akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Lonjakan angka pengangguran terjadi di luar perkiraan, bersamaan dengan kemerosotan jumlah lowongan pekerjaan ke titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data resmi Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS), angka pengangguran merangkak naik hingga 5% pada kuartal pertama tahun 2026.

Sementara itu, ketersediaan lapangan kerja menyusut sebanyak 28.000 atau anjlok 3,9% menjadi 705.000 sepanjang periode Februari hingga April 2026.

Level tersebut menjadi yang terendah sejak April 2021.

Sektor Ritel dan Perhotelan Paling Terdampak

Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown, mengatakan sektor dengan gaji rendah seperti perhotelan dan ritel mengalami penurunan terbesar dalam jumlah lowongan dan jumlah karyawan.

Kemunduran pembukaan lowongan kerja terjadi karena banyak pelaku usaha memilih menunda proses perekrutan karyawan baru.

Di sisi lain, peningkatan angka pengangguran juga dipengaruhi oleh membengkaknya biaya tenaga kerja, termasuk penyesuaian pada sektor pajak ketenagakerjaan.

Sejumlah analis memproyeksikan tren pelemahan permintaan tenaga kerja masih akan berlanjut apabila konflik di Timur Tengah terus berkepanjangan.

Kombinasi antara lonjakan pengangguran dan perlambatan pertumbuhan pendapatan diprediksi mendorong Bank of England (BoE) menaikkan suku bunga demi meredam gejolak inflasi.

Data kuartal I-2026 menunjukkan rata-rata pertumbuhan pendapatan di Inggris melambat ke angka 3,4%, atau hanya berselisih lebih tinggi 0,3% setelah disesuaikan dengan inflasi.

Kepala Strategi di Wealth Club, Susannah Streeter, mengatakan meningkatnya kekhawatiran inflasi membuat suku bunga tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

About the Author
📰 Latest Updates