Kapitalisasi pasar Micron Technology Inc. berhasil menembus angka 1 triliun dolar AS untuk pertama kalinya pada Selasa (26/5).
Lonjakan ini terjadi setelah nilai saham perusahaan melonjak hingga 19 persen akibat tingginya permintaan cip memori kecerdasan buatan (AI).
Pemicu Kenaikan Saham
Kenaikan harga saham Micron dipicu oleh langkah UBS Group AG yang menaikkan target harga saham produsen cip asal Boise, Idaho tersebut.
Target harga baru ditetapkan sebesar 1.625 dolar AS per lembar, naik tiga kali lipat dari target sebelumnya yang sebesar 535 dolar AS.
Kenaikan target harga ini mencerminkan peluang kerja sama jangka panjang dengan sistem penetapan harga yang sebagian bersifat tetap di tengah kelangkaan pasokan memori global.
Dalam laporannya, UBS menyatakan keyakinan bahwa pasar akan mulai memberikan kelipatan yang lebih normal pada saham Micron.
Perusahaan juga diperkirakan akan terus mengalami kenaikan peringkat seiring munculnya detail lebih lanjut tentang perubahan struktural yang didorong AI pada industri memori.
Proyeksi terbaru UBS menunjukkan nilai pasar Micron berpotensi mencapai kisaran 1,8 triliun dolar AS dalam 12 bulan ke depan.
Selain mendorong pertumbuhan Micron, laporan positif dari para analis ini juga memicu reli penguatan pada saham semikonduktor lainnya seperti Qualcomm.
Sementara itu, saham Nvidia justru bergerak di zona merah pada hari yang sama.
