⌂ Home News Maggie O'Farrell Rilis Novel Baru 'Land' Usai Kesuksesan Hamnet
News

Maggie O'Farrell Rilis Novel Baru 'Land' Usai Kesuksesan Hamnet

Sampul novel Land karya Maggie O'Farrell
Sampul novel Land karya Maggie O'Farrell
A A Text Size16px

O'Farrell berpendapat bahwa pemerintah Inggris harus mengambil tindakan administratif modern terkait kehormatan historis tersebut. "Saya sangat ingin Pemerintah Inggris mencabutnya.

Saya tidak berpikir dia seharusnya memilikinya," katanya.

Refleksi Pribadi

Novelis tersebut merefleksikan relokasi masa kecilnya dari Irlandia Utara ke Inggris selama iklim politik tegang tahun 1970-an. "Anda berjalan di samping, sepanjang hidup Anda, semacam diri hantu.

Selalu ada perasaan 'siapa saya seandainya kami tetap tinggal?' ," ujarnya.

O'Farrell mengingat bagaimana identitas nasionalnya menyebabkan interaksi tidak nyaman dengan rekan kerja di ruang redaksi Inggris.

"Guru menatap wajah saya sebagai seorang anak dan berkata, 'apakah ayahmu di IRA?' ," katanya.

Ia merinci sebuah contoh spesifik di mana seorang rekan kerja membuat asumsi ofensif mengenai panggilan telepon dari ayahnya.

Penulis menjelaskan respons kuatnya terhadap sindiran rekan kerja di tempat kerja. "Menyiratkan bahwa ayah saya adalah seorang teroris bomber.

Itu adalah momen yang aneh. Semua orang sedikit tersinggung oleh kemarahan saya," ujarnya.

O'Farrell mengontekstualisasikan sifat perubahan prasangka sosial di Inggris kontemporer. "Karena orang-orang kurang rasis atau mungkin karena ada gelombang imigran baru yang menyerap permusuhan semacam itu," katanya.

Pujian dari Sesama Penulis

Rekan-rekan sastra memberikan dukungan awal yang kuat untuk buku tersebut menjelang penerbitannya. "Sederhananya novel terbaik yang pernah saya baca dalam beberapa tahun," kata Louise Kennedy.

Penulis lain menekankan deskripsi lingkungan yang kaya dalam buku tersebut. "Sebuah himne yang menakjubkan untuk kesucian ruang alami," kata Daniel Mason.

Seorang penulis kontemporer ketiga menyoroti atmosfer mendasar dari narasi fiksi sejarah tersebut. "Menghantui dan elemental," kata Ferdia Lennon.

About the Author
📰 Latest Updates