Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) terus memperkuat posisinya sebagai pemasok utama chip untuk kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan yang terdaftar di NYSE dengan kode TSM ini menguasai lebih dari 60% pangsa pasar foundry global.
Bahkan, untuk node canggih 7nm ke bawah, pangsa pasar TSMC mencapai lebih dari 90%. Posisi dominan ini membuat TSMC sulit ditandingi oleh kompetitor mana pun.
Lonjakan Permintaan Chip AI
Permintaan chip untuk aplikasi AI terus meningkat pesat.
Data World Semiconductor Trade Statistics menunjukkan penjualan semikonduktor global mencapai $99,5 miliar pada Maret 2026, melonjak 79% year-over-year.
TSMC menjadi pemasok utama bagi raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, Qualcomm, dan Broadcom. Pendapatan perusahaan tumbuh 25% pada kuartal pertama 2026, dan diproyeksikan meningkat 30% sepanjang tahun ini.
Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan akselerator komputasi untuk AI yang terus meningkat. Pada Maret lalu, pendapatan TSMC naik 45% year-over-year dan 31% month-over-month.
Wedgewood Partners dalam surat investor kuartal pertama 2026 menyebut TSMC sebagai kontributor utama kinerja portofolio. Perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan year-to-date sebesar 35%.
Meskipun prospek TSMC cerah, beberapa analis melihat ada saham AI lain yang lebih undervalued dan berpotensi lebih besar.
Namun, dominasi TSMC di industri foundry dan node canggih tetap menjadi benteng pertahanan yang kuat.
