Sampah Antariksa Makin Menumpuk, Jadi Bom Waktu di Luar Angkasa

SINERGIANEWS.com – Jumlah sampah luar angkasa terus bertambah. Seperti halnya bom waktu, puing-puing yang tersebar di luar angkasa hanya menunggu saat yang tepat untuk jatuh ke Bumi.

Yang terbaru adalah jatuhnya roket Long March 5B China pada Minggu (9/5) waktu setempat setelah meluncur liar ke Samudera Hindia. Selain itu, para kritikus menargetkan China, yang dianggap sembrono karena menghasilkan sampah luar angkasa.

Puing-puing ruang angkasa adalah masalah penting yang sedang ditangani seiring kemajuan teknologi ruang angkasa. Sejak Amerika Serikat dan Uni Soviet bersaing untuk ruang angkasa, banyak negara lain telah mengembangkan dan meluncurkan satelit mereka sendiri. Masalahnya adalah hanya sedikit orang yang khawatir tentang apa yang terjadi pada pesawat ruang angkasa ketika misi selesai.

Advertisements

Ancaman Sampah Antariksa

Menurut Deutsche Welle, hingga Sabtu (29/5/2021), NASA memperkirakan planet ini dikelilingi oleh setidaknya 23.000 unit sampah luar angkasa yang terdiri dari badan roket dan puing-puing lainnya yang panjangnya lebih dari 10 cm.

Selain itu, ada 500 ribu benda kecil tambahan mulai dari 1 hingga 10 cm. Semua hal ini melakukan perjalanan minimal 18.000 mil per jam dan dapat bertahan selama beberapa dekade sebelum memasuki kembali atmosfer bumi dan meledak.

Mereka menimbulkan ancaman bagi satelit komunikasi komersial, pengorbit ilmiah dan cuaca, dan, tentu saja, Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang sekarang ditempati oleh astronaut yang bertugas.

Advertisements2

TERKINI

PILIHAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Open

Close