⌂ Beranda News Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Akibat Antisipasi Suku Bunga The Fed

Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Akibat Antisipasi Suku Bunga The Fed

Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Akibat Antisipasi Suku Bunga The Fed
Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot exchange melemah 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp 17.748 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026 pukul 11.25 WIB.

Pelemahan ini dipicu oleh antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan malam nanti.

>>> Bahlil Lahadalia: 20 Juta Ton Batu Bara PLN Belum Dikontrak

Data Bloomberg menunjukkan dolar AS juga melemah tipis 0,03 persen ke posisi 99.509.

Rupiah dibuka merosot 11 poin atau 0,06 persen ke level Rp 17.736 per dolar AS.

Faktor Global dan Domestik

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memproyeksikan pergerakan kurs rupiah hari ini masih dalam tren melemah karena sentimen eksternal tersebut.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.720 - Rp 17.800 per dolar AS, dipengaruhi oleh faktor global antisipasi keputusan suku bunga The Fed nanti malam," ujar Rully.

>>> Hong Yoo Kyung Umumkan Kehamilan Anak Pertama, Usia Kandungan 16 Minggu

Dari sisi domestik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh proyeksi kebijakan moneter Bank Indonesia setelah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 5,5 persen pada pekan lalu.

Respons positif pasar terhadap langkah mitigasi fiskal pemerintah, seperti evaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis, turut memberikan pengaruh bagi mata uang dalam negeri.

"Dari sisi domestik, BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada RDG BI besok walaupun tekanan geopolitik mereda dan tren rupiah ke depan diperkirakan masih akan menguat," kata Rully.

>>> GoTo Siapkan Dana Buyback Saham Rp3,5 Triliun, Tunggu Restu RUPSLB

Kondisi ekonomi Amerika Serikat yang kokoh memunculkan harapan pelaku pasar terhadap adanya pemangkasan suku bunga acuan The Fed sebanyak satu kali pada tahun ini.

Penurunan harga minyak dunia berkat de-eskalasi geopolitik global juga diproyeksikan membuka celah bagi penguatan rupiah.

"Rupiah masih ada ruang penguatan untuk perdagangan besok.

Juga sepanjang minggu ini jika hasil pertemuan The Fed memasukan faktor inflasi jangka pendek, dimana tren penurunan harga minyak tinggi karena de-eskalasi geopolitik.

>>> PT Xolare RCR Energy Targetkan Pendapatan Rp412,57 Miliar pada 2026

Serta pertimbangan ekonomi AS yang masih kuat sehingga diharapkan ada satu kali penurunan bunga The Fed di tahun ini," papar Rully.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru