⌂ Beranda News Yassin Kosasih Raih Podium di Mandalika Festival of Speed 2026 Meski Mobil Bermasalah

Yassin Kosasih Raih Podium di Mandalika Festival of Speed 2026 Meski Mobil Bermasalah

Yassin Kosasih Raih Podium di Mandalika Festival of Speed 2026 Meski Mobil Bermasalah
Yassin Kosasih meraih podium di Mandalika Festival of Speed 2026
A A Ukuran Teks16px

Pembalap Motu Jangkar Biru Motorsport, Yassin Kosasih, berhasil meraih podium dalam dua balapan seri pembuka Indonesia Touring Car Race non Kejurnas pada Mandalika Festival of Speed 2026.

Ajang tersebut berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Minggu, 14 Juni 2026.

>>> Pijat Perut untuk Promil: Efektifkah? Ini Penjelasan Medisnya

Keberhasilan itu diraih menggunakan mobil cadangan BMW F30 yang terus mengalami masalah teknis berupa kondisi aman atau safe mode sepanjang akhir pekan balapan.

Tim mekanik Alta Racing harus bekerja keras mengatasi kendala transmisi, mesin, hingga kebocoran komponen radiator.

Pada balapan pertama, Sabtu, 13 Juni 2026, Yassin mengamankan posisi kelima setelah sempat masuk pit untuk perbaikan darurat.

Ia terpaksa menahan putaran mesin agar mobil tetap bisa melaju hingga garis finis.

"Mobil balap F30 ini sebenarnya mobil cadangan. Unit utama milik saya belum rampung karena komponen piston dan ring piston baru tiba.

Jadi akhirnya pakai BMW ini yang menggunakan mesin standar," ujar Yassin Kosasih.

Masalah teknis memaksa Yassin mengubah gaya berkendara. "Normalnya di mobil utama saya bermain di sekitar 7.000 rpm.

Tapi karena mobil ini kerap safe mode, saya harus menahan di sekitar 5.500 rpm. Tentu membuat mobil tidak bisa dipacu maksimal," jelasnya.

Kebocoran pada spray radiator sempat membuatnya menghentikan mobil di area pit untuk penanganan mendesak sebelum melanjutkan balapan. "Saya putuskan masuk pit karena merasa ada masalah.

>>> Suporter Jepang Bersihkan Stadion AT&T Usai Laga Piala Dunia 2026

Setelah dicek ternyata ada kebocoran pada spray radiator. Langsung diperbaiki sementara," kata Yassin.

Keputusan bermain aman diambil demi menghindari risiko gagal finis yang dapat merugikan perolehan poin tim pada klasemen kejuaraan.

"Kalau memaksakan dan akhirnya DNF, saya kehilangan poin. Jadi saya memilih menjaga rpm dan fokus membawa mobil sampai garis finis," tambahnya.

Sejak awal balapan, Yassin memprioritaskan penyelesaian lomba dibandingkan mengejar podium tertinggi. "Saya sudah menghilangkan ekspektasi untuk mengejar kemenangan.

Yang penting bisa start, finis, dan tidak terkena masalah safe mode," ujarnya.

Pada balapan kedua, Yassin kembali membatasi putaran mesin lebih rendah. "Kemarin RPM saya tahan di 5.500 rpm, hari ini bahkan ditahan di 5.000 rpm.

Problemnya belum benar-benar selesai," katanya.

Strategi tersebut mengantarkannya meraih podium. "Saya pikir tidak akan masuk podium, tapi ternyata masih bisa naik.

Alhamdulillah. Bisa dibilang ini sengsara membawa nikmat," lanjut Yassin.

>>> Cara Cek Bantuan PIP Juni 2026 Lewat HP Tanpa Perlu ke Sekolah

Hasil pada seri pembuka ini memberikan motivasi tambahan bagi seluruh kru. "Hasil hari ini cukup memotivasi untuk seri kedua.

Secara umum mobil tidak ada masalah besar, hanya kami masih harus memastikan penyebab safe mode benar-benar teratasi," tutup Yassin.

Tuner dari Alta Racing, Andre Timothy, mengungkapkan bahwa tim baru berhasil mengidentifikasi akar permasalahan teknis sesaat sebelum balapan kedua.

"Safe mode ini ada dua kemungkinan, dari sistem transmisi dan dari mesin. Sekitar satu jam sebelum race kedua kami akhirnya menemukan penyebabnya," jelas Andre.

Manajer Tim Motu Jangkar Biru Motorsport, Andre Dumais, membenarkan bahwa target utama tim pada seri pembuka ini disesuaikan dengan kondisi kendaraan.

"Kami menjalani dua race dengan mobil backup. Target kami sebenarnya hanya mengamankan poin," kata Andre Dumais.

Sejumlah gangguan mekanis sudah terdeteksi sejak sesi latihan resmi. "Mobil ini masih standar, belum diremap.

Saat practice sempat ada masalah koil, lalu muncul safe mode. Target kami hanya finis, kalau podium itu bonus," ujarnya.

Andre Dumais memberikan apresiasi terhadap kedisiplinan dan kemampuan adaptasi pembalap. "Yassin bisa menyesuaikan dengan cepat dan sangat disiplin menjalankan instruksi tim.

>>> Film Lobang Buaya Hanung Bramantyo Tembus BIFAN 2026

Itu yang membuat target finis tercapai di dua race," tutupnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru