Muhammad Kelvin Andrian Maulana, anak buruh serabutan dari Desa Ngletih Timur, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhasil meraih golden ticket masuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kelvin nyaris putus sekolah karena keterbatasan biaya. Namun, sebuah sekolah gratis memberinya kesempatan untuk berkembang.
>>> Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000
Sekolah itu adalah SMA Dharma Wanita 1 Pare. Dari sana, Kelvin tumbuh dan menembus pendidikan tinggi di ITS.
Ayah Kelvin lulusan sekolah dasar dan bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
>>> Yael Falcon Pimpin Laga Swedia Kontra Tunisia di Piala Dunia 2026
Ibunya lulusan SMP dan menjadi ibu rumah tangga yang setiap pagi bekerja sebagai buruh cuci pakaian serta momong bayi.
Rumah Kelvin memiliki pohon sengon di halaman belakang yang kayunya digunakan sebagai atap. Pohon itu terus tumbuh, seperti halnya Kelvin.
Jarak dari rumah Kelvin ke SMA Dharma Wanita 1 Pare mencapai 28,9 kilometer. Jarak yang jauh bagi mimpi anak keluarga miskin.
>>> ShopeePay Bebaskan Biaya Admin Transaksi Lewat Promo Serba Gratis
Kelvin adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya, yang ia kagumi, pernah meraih beasiswa dan berprestasi di SMK, namun kemudian berhenti karena menikah muda.
Pada suatu malam, kakaknya mengajak Kelvin bicara empat mata. Percakapan itu menjadi titik balik bagi Kelvin untuk terus berjuang.
>>> ChatGPT Tembus Satu Miliar Pengguna Aktif Bulanan
Berkat inovasi minuman probiotik yang ia ciptakan, Kelvin berhasil meraih golden ticket ITS. Prestasi ini membuka jalan bagi masa depannya.