⌂ Beranda News Sasya Tranggono Gelar Pameran Lukisan Menuju Jakarta 500 Tahun

Sasya Tranggono Gelar Pameran Lukisan Menuju Jakarta 500 Tahun

Sasya Tranggono Gelar Pameran Lukisan Menuju Jakarta 500 Tahun
Pameran lukisan abstrak Sasya Tranggono di Laflo Menteng Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Seniman Indonesia Sasya Tranggono menggelar pameran tunggal bertajuk "Menuju Jakarta 500 Tahun di Mata Sasya Tranggono" di Laflo Menteng, Jakarta, pada Sabtu (13/06/2026).

Pameran ini menjadi refleksi menjelang peringatan lima abad usia kota Jakarta yang jatuh pada tahun 2027.

>>> Tifatul Sembiring Usulkan Konsep Ekonomi Utara untuk Dorong Pertumbuhan Nasional

Acara tersebut menampilkan 12 karya lukisan abstrak terbaru yang memotret Jakarta sebagai ruang kehidupan, sejarah, kebudayaan, hingga memori kolektif.

Pendekatan visual kontemporer melalui permainan garis, warna, bidang, dan simbol kota ini berbeda dari ciri khas Sasya sebelumnya yang kerap bertema bunga, kupu-kupu, dan wayang.

Jakarta dalam Kenangan dan Karya

Sasya menjelaskan bahwa Jakarta mempunyai tempat istimewa dalam sejarah kehidupan dan perjalanan kekaryaannya.

Ibu kota tidak sekadar pusat perekonomian dan pemerintahan, tetapi juga wadah yang menyimpan beragam kisah manusia.

"Jakarta tidak hanya dibangun oleh beton dan jalan raya. Jakarta dibangun oleh kenangan, budaya, dan karya-karya yang menjaga jiwanya tetap hidup," ujar Sasya.

Penghormatan atas sejarah panjang kota menjadi landasan utama pembuatan seluruh karya.

Sasya menganggap belasan lukisan ini sebagai bentuk surat cinta untuk tempat awal mula karier seninya berkembang hingga ke tingkat internasional.

Proses pengerjaan pameran ini diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sekitar dua setengah bulan, berbeda dari biasanya yang memakan waktu satu hingga dua tahun.

>>> Ganesha Operation Ungkap 5 Aspek Wajib Lolos Beasiswa OSC 2026

Sebelum menggoreskan kuas, Sasya melakukan napak tilas di Kota Tua Jakarta.

"Saya engineering, lama tinggal di Belanda. Di sinilah, saya mencari benang merah untuk lukisan ini, akhirnya saya memilih gedung sebagai landasan," ungkap Sasya.

Unsur ruang kota, bangunan, dan ikon Jakarta seperti Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, GPIB Immanuel, Istana Negara, Stasiun Kota, Tugu Selamat Datang, hingga karya Generasi Bintang menjadi fondasi.

Karya berjudul Generasi Bintang memiliki misi sosial karena seluruh dana hasil penjualannya akan disumbangkan untuk anak-anak di Nusa Tenggara Timur.

"Dari semua lukisan, Generasi Bintang memiliki arti khusus. 100% saya persembahkan untuk Tuhan, untuk memberkati anak-anak," kata Sasya.

Tantangan terbesar adalah keterbatasan waktu pengerjaan. Penggarapan lukisan dituntut tetap menampilkan hasil modern dan kontemporer meski disajikan minimalis.

"Karena saya harus mempersembahkan yang terbaik. Boleh minimalis tapi harus tetap modern dan kontemporer," imbuh Sasya.

>>> Prabowo Panggil Menteri Bahas Lonjakan Investasi Internasional

Apresiasi Kurator dan Pejabat

Kurator seni rupa Jim Supangkat menilai Sasya membina bahasa visual lewat refleksi spiritual dan pengalaman pribadi, bukan dari pendidikan formal.

Kesadaran Sasya terhadap ruang, garis, warna, dan bidang berjalan beriringan dengan dinamika seni rupa modern.

"Cukup mengejutkan, dari perjalanan artistik yang esoteris ini Sasya Tranggono bisa sampai pada kesadaran tentang penggunaan warna, ruang, garis, bidang, yang paralel dengan teori seni rupa," jelas Jim.

Kepala Unit Pengelolaan Museum Seni Provinsi DKI Jakarta Sri Kusumawati memandang perayaan ulang tahun Jakarta bukan sekadar angka.

Momen ini merupakan tanda pertumbuhan kota dari pelabuhan kecil menjadi pusat perdagangan dan peradaban global.

"Seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membangun identitas kota global yang tetap berakar pada sejarah dan nilai-nilai lokal," kata Sri.

Alwi Sjaaf selaku pemilik Laflo berpendapat bahwa Sasya berhasil membawakan karya kontemporer berjiwa modern yang tetap memegang akar kebudayaan Indonesia.

Ketua Panitia Penyelenggara Leonardo A.

>>> Infrastruktur SPKLU Fast Charging Sumatera Utara Kian Memanjakan Pengguna Kendaraan Listrik

Putong menegaskan pameran ini merupakan langkah awal kolaborasi lintas sektor untuk mengukuhkan posisi Jakarta sebagai kota global menjelang perayaan puncaknya pada 22 Juni 2027.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru