Kolektif musik jazz progresif SIMAKDIALOG kembali menghidupkan semangat eksplorasi musikal melalui sebuah showcase spesial di Jakarta Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026.
Pertunjukan ini menjadi ruang untuk melanjutkan percakapan yang sempat terhenti sejak kepergian pendiri sekaligus komposer utama mereka, mendiang Riza Arshad, pada awal 2017.
>>> Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di GP Spanyol 2026
Perjalanan Proyek GONG
SIMAKDIALOG selama bertahun-tahun membangun identitas unik melalui pertemuan antara improvisasi jazz dengan berbagai unsur musik tradisi Nusantara seperti kendang Sunda dan gong.
Pasca wafatnya Riza Arshad, perjalanan proyek GONG sempat terhenti sebelum akhirnya perlahan diteruskan oleh pianis Sri Hanuraga bersama Cucu Kurnia, Rudy Zulkarnaen, dan Mian Tiara.
Memasuki akhir 2023, SIMAKDIALOG menemukan bentuk baru lewat kehadiran bassis Jason Mountario serta komponis musik kontemporer Dinar Rizkianti.
Dalam showcase terbarunya, kelompok ini menampilkan lanjutan eksplorasi dari proyek GONG melalui komposisi "GONG 5", "GONG 6", serta sebuah karya baru berjudul "1995".
Sri Hanuraga mengungkapkan bahwa pertunjukan malam itu juga menjadi bagian dari proses dokumentasi yang berpotensi berkembang menjadi rilisan resmi.
"Sebenarnya konser malam ini akan direkam. Kalau kami suka hasilnya, mungkin bisa dirilis.
Kalau tidak, ya nanti kami rekaman lagi," ujar Sri Hanuraga.
Ia menambahkan, "'1995' itu lagu baru, dan ada juga karya lain selain itu.
Jadi selain 'GONG 5' dan 'GONG 6', kami akan membawakan dua komposisi 'GONG' lainnya yang juga mendapat sedikit modifikasi.
Kami akan memainkan 'GONG 1' dan 'GONG 4' karena menemukan ada beberapa koneksi dengan 'GONG 5' dan 'GONG 6'."
Pemain kendang SIMAKDIALOG, Cucu Kurnia, menegaskan bahwa esensi dari kolektif ini tidak pernah bergeser sejak pertama kali dibentuk.
>>> Bigetron by Vitality Juara MPL ID S17 Usai Kalahkan Onic 4-1
"Sebenarnya kalau visi misi itu sebenarnya sama. Intinya itu kan pencarian kemungkinan kan, substansinya itu.
Ya pastinya kalau buat ke depannya mungkin akan berbeda corak kalimat musik atau kalimat bunyinya," tutur Cucu Kurnia.
Meneruskan estafet dari salah satu pemikir jazz terbesar di Indonesia tentu memikul tanggung jawab moral yang besar.
Namun, Sri Hanuraga mengaku SIMAKDIALOG tidak berjalan di bawah bayang-bayang ketakutan atau tekanan masa lalu.
"Nggak sih, nggak ada pressure. Justru kami menemukan makna baru dari SIMAKDIALOG.
Pemain baru yang bergabung bukan hanya anggota baru, tapi membuat kami memaknai SIMAKDIALOG sebagai sebuah kolektif yang tidak berfokus pada satu sosok tertentu," ujar Sri Hanuraga.
"Yang dilihat adalah idenya, yaitu dialog antar-kultur, dialog antar-generasi, meneruskan legacy yang sudah ada, dialog antar-pemain yang sedang bermain, serta dialog antara komposisi dan improvisasi.
Improvisasi itu selalu memperluas perspektif dari komposisinya," tambahnya.