Pasar emas global mengalami pelemahan pada Mei 2026. World Gold Council (WGC) melaporkan penurunan harga dan lesunya permintaan perhiasan sebagai faktor utama.
Harga Patokan Emas Shanghai PM turun 2,7% pada bulan tersebut. Sementara itu, Harga Emas LBMA PM juga melemah 1,4% akibat penguatan renminbi.
>>> Haiti Cetak Sejarah Baru lewat Aksi Pemain MLS di Piala Dunia 2026
Pelemahan emas dipicu oleh tensi geopolitik di Timur Tengah dan kecemasan inflasi. Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS.
Untuk pertama kalinya sejak Agustus 2025, exchange-traded funds (ETF) emas di China mencatat arus keluar bulanan pada Mei 2026.
Permintaan emas fisik di negara itu bahkan jatuh ke level terlemah dalam lebih dari satu dekade untuk periode Mei.
>>> Gabriela Nogueira Majukan Persalinan Demi Dukung Karier Matheus Cunha
Tren arus keluar dari ETF emas China berlanjut hingga pekan pertama Juni 2026. Di sisi lain, perdagangan emas berjangka di China masih stabil.
Volume rata-rata harian di Bursa Berjangka Shanghai mencapai 301 ton selama Mei. Angka ini sedikit turun dari 307 ton per hari pada April 2026.
WGC menyebut perdagangan tertahan oleh konsolidasi harga emas dan tingginya minat investor pada ekuitas lokal.
Penarikan logam mulia dari Bursa Emas Shanghai hanya 64 ton pada Mei, merosot 38% dibanding bulan sebelumnya.
>>> Diskon AC Split Sharp 1 PK di Transmart Full Day Sale, Harga Mulai Rp 3,5 Juta
Meski demikian, bank sentral China terus menambah cadangan emas.
People's Bank of China (PBOC) membeli 10 ton emas pada Mei 2026, menandai akumulasi selama 19 bulan berturut-turut sejak Desember 2024.
Total kepemilikan emas resmi PBOC kini mencapai 2.332 ton, setara 8,9% dari cadangan devisa negara.
>>> Telkomsel Luncurkan Paket Bundling Fola Play untuk Piala Dunia FIFA 2026
Sepanjang tahun ini, PBOC telah mengumpulkan 25 ton emas, dengan total kenaikan 67 ton dalam 19 bulan terakhir.