Bandung Jewellery Fair 2026 resmi digelar di Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 80 peserta dari dalam dan luar negeri.
Ajang ini bertujuan membuka pasar bagi pengrajin lokal sekaligus memberikan edukasi investasi kepada masyarakat.
>>> Bambang Ismawan Resmi Jabat Direktur Utama PT Bukit Asam
Eksibisi ke-2 ini memfasilitasi 50 peserta swasta, 25 pelaku industri mesin perhiasan, serta 10 pengrajin Industri Kecil Menengah (IKM).
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Jewellery Fair yang menyasar perluasan pasar domestik dan internasional.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggara Bandung Jewellery Fair, Iskandar Husin, menyatakan bahwa pameran perhiasan ini penting dalam pengembangan investasi di industri kreatif dan perdagangan perhiasan serta pembukaan lapangan kerja.
Iskandar memaparkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi mempromosikan produk perhiasan etnik budaya yang diproduksi menggunakan teknologi modern.
Melalui langkah tersebut, pelaku usaha kecil menengah diharapkan mampu meningkatkan angka penjualan secara signifikan.
"Di tengah harga emas yang terus mengalami peningkatan dan minat konsumen yang semakin tinggi terhadap produk emas, konsumen bisa mendapatkan produk perhiasan berkualitas dengan harga bersaing serta memperluas wawasan tentang perhiasan yang diproduksi dengan teknologi terbaru, desain terkini, dan ciri khas etnik budaya yang tinggi," papar Iskandar.
>>> Yamaha Racing Indonesia Targetkan Podium di ARRC Motegi 2026
Sektor padat karya ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di era pasar bebas. Penguatan kapasitas UMKM menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pameran tahunan ini.
"Tujuan pameran adalah membuka pasar pengrajin perhiasan di dalam dan luar negeri, membuka lapangan pekerjaan, serta memberi edukasi kepada masyarakat tentang industri perhiasan sebagai barang investasi," imbuh Iskandar.
Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, Jeffrey Thumewa, menambahkan bahwa sinergi pemerintah sangat krusial bagi kemajuan UMKM sektor perhiasan.
Penyelenggaraan pameran dinilai menjadi momentum tepat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita M. Si, mengapresiasi konsistensi pelaksanaan pameran ini.
>>> Harga Emas Galeri 24 di Pegadaian 12 Juni 2026 Turun Serentak
Pemerintah mendorong masyarakat untuk terus mengapresiasi dan membeli produk hasil karya pengrajin dalam negeri.
"Dengan adanya penyelenggaraan ini, kami Kementerian Perindustrian apresiasi kepada APV yang terus konsisten dan membantu para industri perhiasan," jelas Reni.
Reni menilai inovasi industri perhiasan harus terus dikembangkan agar penyerapan tenaga kerja berjalan optimal.
Sebagai solusi fluktuasi harga, produsen saat ini mulai menyiasati pasar dengan memproduksi emas kadar rendah agar tetap terjangkau.
"Nah ini mungkin suatu anugerah buat masyarakat kita supaya terus menabung dalam bentuk perhiasan. Di tengah situasi seperti ini, disiasati oleh produsen.
Produsen perhiasan kita sudah mulai membuat perhiasan dengan karat yang lebih rendah, jadi secara nilai bisa dijangkau," tandas Reni.
>>> Empat Tim Esports Perebutkan Tiket Grand Final MPL ID Season 17
Setelah pelaksanaan di Jawa Barat, rangkaian acara berikutnya yaitu Surabaya International Jewelry Fair 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel Surabaya, Jawa Timur.