⌂ Beranda News Dokter Spesialis Urologi Ungkap Bahaya Menahan Kencing Terlalu Lama

Dokter Spesialis Urologi Ungkap Bahaya Menahan Kencing Terlalu Lama

Dokter Spesialis Urologi Ungkap Bahaya Menahan Kencing Terlalu Lama
Dokter spesialis urologi sedang berkonsultasi dengan pasien tentang kesehatan kandung kemih
A A Ukuran Teks16px

Kebiasaan menahan buang air kecil sering dilakukan karena kesibukan atau sulitnya menemukan toilet bersih. Namun, perilaku ini bisa berdampak buruk pada kesehatan kandung kemih jika terus-menerus dilakukan.

Kapasitas Kandung Kemih dan Proses Pembentukan Urine

Kapasitas tampung urine setiap individu berbeda.

>>> Aturan Do and Don't OSN Tingkat Kabupaten/Kota 2026

Dokter spesialis urologi dari Advanced Urology Associates Singapura, Chong Weiliang, menjelaskan bahwa kandung kemih orang dewasa sehat rata-rata menampung 300–500 mililiter urine, setara satu hingga dua gelas air.

Keinginan kuat untuk buang air kecil muncul saat volume urine mencapai batas tersebut. Beberapa orang sudah merasakan dorongan ketika kandung kemih terisi 200–300 mililiter.

Pada kasus tertentu, daya tampung bisa meregang hingga 600–800 mililiter, namun sensasi tidak nyaman pasti muncul jika volume melampaui batas.

Proses pembentukan urine memerlukan waktu sekitar 15–30 menit pada individu sehat dan terhidrasi. Saat dehidrasi, waktu produksi bisa melambat menjadi 30 menit hingga 2 jam.

Frekuensi berkemih juga dipengaruhi aktivitas seperti duduk atau berdiri terlalu lama, serta kondisi di dalam pesawat yang memicu dehidrasi ringan.

>>> Benyamin Bamburac, 15 Tahun, Raih Gelar S2 Ilmu Komputer

Risiko Menahan Kencing Terlalu Lama

Menahan kencing dalam jangka waktu lama secara berulang berisiko memicu overdistensi, yaitu kondisi kandung kemih meregang melebihi batas normal.

Akibatnya, otot kandung kemih melemah dan tidak mampu mengosongkan urine secara sempurna.

Sisa urine yang mengendap dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK). Kebiasaan ini juga menurunkan sensitivitas otot, sehingga seseorang tidak peka terhadap tanda kandung kemih penuh.

Meski demikian, kasus kandung kemih pecah akibat menahan kencing sangat langka. Biasanya terkait trauma berat, keracunan alkohol, sumbatan saluran kemih, atau retensi urine parah.

Risiko lebih tinggi pada pasien dengan gangguan kejiwaan yang kehilangan sensasi penuh, serta individu yang pernah menjalani operasi atau terapi radiasi pada dinding kandung kemih.

Frekuensi buang air kecil normal pada orang dewasa sehat adalah 4–8 kali sehari, atau setiap 3–4 jam.

>>> Harga Emas Pegadaian 11 Juni 2026 Kompak Turun Signifikan

Pemeriksaan medis diperlukan jika terbangun lebih dari sekali di malam hari hingga mengganggu istirahat.

Langkah terbaik adalah segera merespons dorongan berkemih dan tidak menundanya. Upaya pencegahan meliputi mengosongkan kandung kemih setelah bangun tidur, sebelum tidur, sebelum perjalanan jauh, serta menjaga hidrasi.

Ke toilet terlalu sering untuk berjaga-jaga juga tidak disarankan karena bisa memperkecil kapasitas fungsional kandung kemih.

Pemeriksaan ke dokter diperlukan jika muncul gejala seperti nyeri saat berkemih, darah dalam urine, sulit mengeluarkan urine, aliran urine melemah, atau demam disertai gangguan saluran kemih.

Darah dalam urine, meski hanya sekali dan tanpa rasa sakit, tetap harus diperiksakan, terutama pada lansia atau perokok.

>>> BFriends Hadirkan Konsep Wellness Terintegrasi Pertama di Kerobokan Bali

Keluhan saluran kemih yang menetap tidak boleh dianggap normal akibat penuaan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru