Bank Indonesia (BI) mewajibkan perbankan nasional untuk menyalurkan pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pangan.
Kebijakan ini bertujuan menjaga pertumbuhan ekonomi.
>>> Yandex Luncurkan Solusi AI untuk Operator Telekomunikasi di Indonesia
Kewajiban penyaluran pembiayaan tersebut dibarengi dengan pemberian insentif bagi bank yang aktif.
Hal ini disampaikan dalam acara Ketahanan Pangan Untuk Indonesia Emas di Kempinski, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Insentif Pelonggaran Giro Wajib Minimum
Kelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) akan diberikan kepada perbankan yang mampu mengalokasikan sekitar 30 persen dari total pembiayaannya untuk sektor prioritas tersebut.
Skema pelonggaran dana yang wajib ditempatkan di bank sentral ini diharapkan dapat menambah likuiditas perbankan. Likuiditas tersebut kemudian dapat disalurkan kembali ke sektor riil.
>>> Kongres AS Jadwalkan Pemeriksaan Bill Gates Terkait Dokumen Jeffrey Epstein
Kepala Departemen Regional BI, Rudy Brando Hutabarat, memaparkan mekanisme tersebut.
"Kalau dia menyalurkan 30% dari ini untuk kredit UMKM, maka kewajibannya yang disetor di BI itu kami longgarkan, kami relaksasi.
Sehingga dia punya uang untuk menyalurkannya kembali," ungkap Rudy.
Kendala Administrasi dan Solusi Digital
Ketersediaan dana di pasar belum menjadi jaminan kelancaran penyaluran kredit. Kendala kelayakan dari sisi pemohon masih menjadi hambatan.
>>> Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di Gresik
Pihak perbankan tetap memerlukan dokumen rekam jejak keuangan dan administrasi transaksi yang valid dari calon debitur sebelum memberikan pinjaman.
"Bank itu sulit memberikan suatu kredit kalau dia tidak punya catatan-catatan administrasi bagaimana pengeluarannya, transaksinya, dan lain sebagainya," jelas Rudy.
Untuk mengatasi kendala administrasi tersebut, BI menginisiasi langkah pendampingan. Otoritas moneter menyediakan infrastruktur pencatatan digital khusus bagi pelaku usaha kecil.
"Kami membuat suatu digital platform yang UMKM-UMKM itu bisa mencatat berapa pemasukannya, berapa pengeluarannya, secara otomatis nanti akan keluar neraca, laporan rugi-laba, secara otomatis.
>>> Sega Siapkan Enam Paket DLC Sonic Racing CrossWorlds
Nah dengan demikian, kalau dia punya laporan-laporan tersebut, maka akan mudah terkoneksi dengan bank," pungkasnya.