⌂ Beranda News Perum Bulog Usulkan Program Beraskita Premium untuk Stabilkan Harga Beras

Perum Bulog Usulkan Program Beraskita Premium untuk Stabilkan Harga Beras

Perum Bulog Usulkan Program Beraskita Premium untuk Stabilkan Harga Beras
Ilustrasi beras premium Bulog
A A Ukuran Teks16px

Perum Bulog mengusulkan program baru bernama Beraskita Premium untuk menstabilkan lonjakan harga beras premium di pasaran.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

>>> Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0, Herdman Puji Fleksibilitas Dony Tri

Skema Serupa Program SPHP

Skema program ini direncanakan mengadopsi sistem yang serupa dengan program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selama ini, program SPHP telah berjalan dengan menyasar komoditas beras kelas medium.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengintervensi pergerakan harga beras premium.

Kehadiran produk ini diharapkan mampu menjadi instrumen pengendali harga yang efektif.

>>> Australia Imbang Lawan Kamboja, Indonesia Jumpa di Semifinal Piala AFF U-19

"Kami hanya mengusulkan untuk membuat Beraskita premium. Beras premium kan lagi agak naik, supaya menstabilisasi, Beraskita premium harus ada.

Sedang didiskusikan, mudah-mudahan ada sehingga nanti turun," ujarnya.

Menurut penjelasan lebih lanjut, kondisi pasokan dan harga untuk Beraskita kelas medium saat ini sudah aman dan terkendali.

>>> Tajikistan Kalahkan India dalam Laga Uji Coba FIFA

Oleh karena itu, fokus usulan dialihkan pada intervensi pasar kelas premium yang fluktuatif.

"Beraskita mediumnya kan aman dan stabil, tinggal beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan program beras kita premium, seperti beras SPHP," sambungnya.

Dalam usulan formal tersebut, Beraskita Premium diproyeksikan dijual kepada masyarakat dengan harga Rp14.900 per kilogram.

Hingga saat ini, usulan harga dan program tersebut masih menunggu keputusan resmi dari pihak kementerian terkait.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

"Nah ini kan saya baru ngajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua," ujarnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru