Pelatih asal Italia tersebut juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan kekuatan Luksemburg. Ia menilai lawan tetap berpotensi menyulitkan.
"Tidak ada lawan yang mudah. Kami harus turun ke lapangan dengan perhatian penuh.
Hasil ini penting dan dua pertandingan ini akan menjadi kunci bagi persiapan kami menghadapi tantangan di bulan September," kata Maran.
Maran juga memberikan evaluasi taktis mengenai posisi beberapa pemainnya, termasuk potensi gelandang muda Luis Hasa. Ia melihat Hasa lebih cocok bermain di tengah lapangan daripada sebagai pemain sayap.
"Hasa akan lebih banyak di tengah lapangan, agar lebih bebas bergerak dibandingkan sebagai pemain sayap.
Mungkin posisi gelandang adalah yang paling cocok untuknya, tetapi kami harus bekerja karena ini pertama kalinya dia dipanggil ke tim nasional," ujarnya.
Sebagai penutup pernyataan, Maran menegaskan pentingnya rangkaian pertandingan persahabatan ini untuk mengukur kesiapan skuad secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa Nations League sudah di depan mata.
"Kami butuh waktu dan ruang untuk memahami bagaimana tim nasional bisa berkembang lebih jauh. Ujian ini akan membantu saya lebih memahami karakteristik para pemain.
Nations League sudah di depan dan itu sangat penting bagi kami," pungkasnya.
>>> Chris Richards Pulih Cedera, Siap Perkuat Timnas AS di Piala Dunia 2026
Ramadani: Suasana Tim Sangat Positif
Sementara itu, gelandang Albania Ylber Ramadani memberikan analisis mengenai evaluasi taktis pascakekalahan dari Israel. Ia mengakui tim sudah mempersiapkan permainan ofensif.
"Kami telah mempersiapkan pertandingan untuk bermain ofensif, menyerang lawan lebih banyak, dan saya pikir bagian permainan itu, babak pertama, kami lakukan dengan sangat baik.
Kemudian di babak kedua kami sedikit terpisah dan mereka mencetak gol.
Namun, pelatih memberi tahu kami setelah pertandingan bahwa ini berguna untuk pertandingan berikutnya, untuk melihat apa yang kurang dan kemudian kami akan berlatih hal-hal lain di pertandingan," kata Ylber Ramadani.
Ramadani mengekspresikan optimismenya bahwa kebersamaan skuad saat ini mampu membawa dampak positif di atas lapangan. Ia menyebut atmosfer tim sangat fantastis.
"Suasananya fantastis. Seperti yang Anda lihat, kami semua bersama dan saling mendukung.
Ini adalah atmosfer yang selalu saya nantikan, karena kami menghabiskan waktu yang menyenangkan satu sama lain.
Energi positif ini selalu mendorong kami maju dan saya pikir kami akan memenangkan pertandingan berikutnya," ujarnya.
Ia menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk bekerja keras demi mengamankan hasil maksimal sebelum jeda internasional berakhir. Tim ingin libur dengan kepala tenang.
"Kami bersiap maksimal karena kami ingin memenangkan pertandingan dan pergi liburan dengan kepala tenang.
Dua pertandingan ini sangat berguna bagi kami, karena kami perlu mempraktikkan permainan yang diminta pelatih, sehingga kami bisa datang ke bulan September dengan ide yang jelas untuk pertandingan yang menanti kami," jelas Ramadani.
Ramadani menutup keterangannya dengan menyampaikan pesan khusus kepada para pendukung Albania. Ia meminta dukungan penuh di stadion.
"Saya selalu mengatakan bahwa para penggemar adalah kekuatan kami dan tanpa mereka kami tidak bisa mencapai tujuan yang kami miliki.
Saya mendorong mereka untuk datang sebanyak mungkin dan mendukung kami, terlepas dari siapa yang bermain atau tidak dalam susunan pemain.
Kami pemain juga tidak pernah mempertanyakan ketika tim nasional memanggil kami. Kami selalu jauh dari keluarga dan komitmen untuk memberikan yang terbaik.
>>> Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Tonton Ulang Final Piala Dunia 2022
Saya berharap mereka datang untuk mendukung kami dan kita semua bersama," ujar Ylber Ramadani.