Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid Sebut Kineja Kapolri Lemah dalam Menindak Ferdy Sambo

Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid Sebut Kineja Kapolri Lemah dalam Menindak Ferdy Sambo

brigadir j--

SINERGIANEWS.com  –   Kasus kematian Brigadir J nyatanya menuai beragam sorotan publik, hingga akhirnya Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia, Usman Hamid turut memberikan tanggapan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa Kapolti telah mengeluarkan Telegram khusus, yang berisikan daftar 15 anggota polri yang dimutasi dan salah satunya ialah Ferdy Sambo.


Sebelum melakukan tindak mutasi, Ferdy Sambo telah dinonaktifkan terlebih dahulu bersama deretan Jenderal lainnya yang turut terseret dalam kasus kematian Brigadir J.

"Yang juga sangat penting saya ingin garis bawahi adalah dari pemeriksaan hari ini (Kamis 4 Agustus 2022) Ferdy Sambo masih menggunakan pakaian dinas lapangan dari Divisi Propam," ujar Usman Hamid, dilansir dari Disway,id pada Minggu 7 Agustus 2022.

Baca juga: HOT NEWS! Ferdy Sambo RESMI Jadi Tersangka? Kepala Kadiv Humas BONGKAR Kabar Mengejutkan!


×


Baca juga: UPDATE Baca Lookism 408 Bahasa Indonesia: Pertarungan Seru Raja Suwon Seokdu Wang Lawan Janghyun, Seo Songgun Ikut Bantu?

Baca juga: BONGKAR Bukti Baru Kematian Brigadir J? Tiket Pesawat Ferdy Sambo Jadi Sorotan Warganet, Kenapa Berangkat Lebih Awal?

Usman Hamid menyoroti kinerja Kapolri hingga mempertanyakan langkah pencopotan yang dilakukan Kapolri terhadap Sambo apakah telah menyeluruh.

"Apakah benar dia sepenuhnya dicopot dari Kadiv Propam, apakah pencopotannya itu diikutinya sebagai Kasatgasuss, apakah pencopotan itu diikuti pembenahan ruangan kerjanya, apakah dia masih diperbolehkan menggunakan list merah di seragam PDL Divpropamnya, apa pernah ada misalnya perwira tinggi Mabes Polri khusus di Divisi Propam dengan pangkat dua bintang," urai Usman.

Lebih lanjut, Usman menilai bahwa Kapolri disini diniali lemah dalam menindak seorang Jenderal yang turut terlibat dalam penghambatan kasus Kematian Brigadir J.

"Nah, hal-hal seperti mencerminkan kelemahan Kapolri. Saya kira ini harus dicermati dan harus diikuti tindakan-tindakan yang benar-benar menghilangkan kendala psikologis hierarkies maupun kendalan psikologis politis sebagaimana yang dikatakan Menko Polhukam Mahfud MD," tukas Usman.***

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU