Syarat Hewan Ternak yang Diprioritaskan untuk Vaksinasi PMK, Ternyata untuk Sapi Jenis Ini

Syarat Hewan Ternak yang Diprioritaskan untuk Vaksinasi PMK, Ternyata untuk Sapi Jenis Ini

pmk--istockphoto

SINERGIANEWS.com – Pada 5 Juli 2022, Kementerian Peternakan (Kementan) telah mengeluarkan syarat hewan ternak yang akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Makmun yang merupakan Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengatakan bahwa hewan ternak yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi PMK adalah sapi bibit.


"Vaksinasi yang kita lakukan ada prioritas yang pertama adalah sapi bibit," kata Makmun.

Baca juga: Peternak Jawa Timur Tunggu Kompensasi Ganti Rugi Hewan Ternaknya Terinfeksi PMK Senilai Rp 10 Juta

Hal ini dikarenakan sapi bibit memiliki umur yang panjang dan juga memiliki harga yang bisa dikatakan mahal sehingga jenis sapi ini butuh benar-benar di jaga.



×


Kemudian untuk prioritas kedua adalah jenis sapi perah. Alasannya karena sapi ini dinilai sangat penting untuk para peternak dan juga anak dari sapi yang baru sehingga mereka perlu menjadi yang harus segera di vaksin.

Baca juga: Pemerintah Gagas Gerakan Disinfeksi Nasional Guna Tekan Penyebaran PMK: Ada Testing PCR Untuk Hewan

Prioritas ketiga adalah jenis sapi indukan. Untuk mengatasi jumlah sapi yang banyak mati karena PMK maka dibutuhkan sapi pengganti sehingga indukkan juga harus di jaga.

"Kalau yang sakit nanti mempercepat dia sakit jadi harus dipastikan sehat," papar Makmun.

Baca juga: Idul Adha Tinggal Menghitung Hari, Vaksinasi PMK Masih Dibawah 50 Persen, Amankah Berkurban?

Pada 6 Juli 2022, Makmun dan pihaknya telah mendistribusikan 2,2 juta dosis vaksin PMK ke seluruh wilayah yang terjangkit PMK.

"Rabu kita akan mendistribusikan lagi vaksin dengan jumlah 2,2 juta," ungkap Makmun.

Baca juga: Ngeri! 7.046 Hewan Ternak di Yogyakarta Terpapar PMK dan 68 Mati, Bisakah Berkurban di Tengah Wabah Penyakit Kulit dan Kuku?

Vaksinasi saat ini harus segera dilakukan untuk mengendalikan penyebaran dari PMK. Apabila ada daerah yang merasa belum menerima atau kehabisan vaksin bisa segera melapor ke Kementan.***

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU