Bagaimana Hukum Berkurban dengan Cara Patungan, Apakah Tidak Sah? Catat Penjelasan Buya Yahya

Bagaimana Hukum Berkurban dengan Cara Patungan, Apakah Tidak Sah? Catat Penjelasan Buya Yahya

hewan kurban--istockphoto

SINERGIANEWS.com – Sebentar lagi Umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan Hari Raya Idul Adha 1443 H, termasuk di Indonesia.

Kemenag telah melaksanakan sidang isbat, pemerintah Indonesia menetapkan Idul adha 2022 berlangsung pada hari Minggu, 10 Juli 2022.


Selain menjalankan ibadah shalat ied Idul Adaha, berkurban juga menjadi amalan sunnah yang dijelaskan sesuai dengan maszhab Syafi’i.

Lantas beberapa orang ada yang melaksanakan berkurban dengan cara patungan. Apakah hal tersebut boleh dilakukan dan bagaimana hukumnya?

Baca juga: Kronologi Bentrok Dua Kelompok di Babarsari Yogyakarta, Ternyata Kerusuhan Gegera Masalah Sepele Ini



×


Baca juga: Bolehkah Menjalankan Ibadah Puasa Arafah Sesuai Ketentuan di Arab yang Berbeda dengan Indonesia? Ini Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Apa Itu Haji Furoda? Dikenal Haji Sultan, Bisa Berangkat Tanpa Antre Bertahun-tahun dengan Biaya 300 Juta

Sebagai pendakwah, Buya Yahya menegaskan bahwa kurban bukan amalan ibadah satu kali dalam seumur hidup.

Melainkan satu kali dalam setahu, hal ini berbeda dengan aqiqah yang dilaksanakan satu kali dalam seumur hidup.

Buya Yahya juga mengingatkan kepada umat Muslim yang memiliki rezeki agar menyisihkan sebagian untuk persiapan kurban.

Hal ini karena amalan sunnah, pahalanya luar biasa. Berkurban juga bisa dilaksanakan oleh orang yang meninggal maupun yang masih hidup.

Akan tetapi tidak semua golongan boleh melaksanakan kurban, hal ini ada beberapa syarat yang berlaku. Sebagaimana ynag disampaikan oleh Buya Yahya dalam YouTube Al-Bahjah TV pada 20 Juli 2016.

Hukum berkurban dengan patungan selengkapnya ada di halaman berikut;

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU