Awal Juli 2022, Kasus Covid-19 Indonesia Meledak! DKI Jakarta Terbanyak dan Jawa Timur Masuk 4 Besar

Awal Juli 2022, Kasus Covid-19 Indonesia Meledak! DKI Jakarta Terbanyak dan Jawa Timur Masuk 4 Besar

Kasus Covid-19 di Tanah Air Tembus Angka Seribu, Masih Amankah Lepas Masker di Luar Ruangan?--istockphoto

SINERGIANEWS.com – Awal bulan Juli 2022, kasus Covid-19 di Indonesia masih belum berhenti. Beberapa daerah menyumbangkan kasus tertinggi yang diduduki oleh DKI Jakarata.

Pada hari Sabtu, 2 Juli 2022 penambahan kasus mencapai 1.794 kasus. Total kasus di Indonesia mencapai angka 6 juta yakni 6.092.303 kasus.


Daerah yang tercatat sebagai kasus yang paling tinggi dengan kasus haria di atas 100 kasus adalah DKI Jakarta.

Jakarta sebagai salah satu daerah yang menyumbangkan kasus paling tinggi dan disusul oleh Jawa Barat dengan 347 kasus.

Baca juga: UPDATE COVID, Kasus Covid-19 Melambung jadi 1.749 Orang, DKI Jakarta Paling Parah



×


Baca juga: Mengapa Vaksin Covid-19 untuk Balita di Indonesia Belum Bisa Dilaksanakan? Kasus Positif Kian Melambung

Baca juga: Covid-19 Ngamuk Lagi di Indonesia! Catat Gejala Paling Banyak yang Ditimbulkan, Ternyata Bukan Demam

Kemudian pada posisi ketiga ditempati oleh Banten dengan 213 kasus. Selnajutnya, 103 kasus pada posisi empat besar ada daerah Jawa Timur.

Penambahan kasus tersebut dalam diakses oleh masyarakat melalui laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) https://www.kemkes.go.id/.

Hal ini mendorong kewaspadaan dan upaya vaksinasi semakin digencarkan kepada masyarakat.

Sebelumnya, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di bawah enam tahun masih dalam proses pengkajian.

Melansir dari Cnnindonesia.com (03/07/2022) Yogi menegaskan bahwa vaksin Covid-19 untuk anak di bawah lima tahun masih dalam proses pengkajian dengan memakai mRNA, hal tersebut tengah dilaksanakan oleh beberapa negara di luar negeri.

Selain itu, Yogi juga menerangkan bahwa di Indonesia masih ada berbagai pertimbangan. Vaksinasi merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan akan tetapi lebih mendahulukan kelompok usia lanjut.

Yogi menambahkan bahwa kelompok balita akan diberikan vaksin setelah kelompok usia lanjut mendapatkan seluruh vaksinasi.

Sementara itu, pemerintah harus siap menyediakan seluruh vaksin berdasarkan data populasi balita Indonesia.

"Jangan sampai terjadi rebutan karena jumlah yang terbatas. Makanya kalau mau vaksin, jumlah vaksinnya juga harus sesuai dengan jumlah balita," terangnya.

Faktor keamanan juga menjadi salah satu pertimbangan yang cukup penting menurut Yogi, karena anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan.

Baca juga: Covid-19 Ngamuk Lagi di Indonesia! Catat Gejala Paling Banyak yang Ditimbulkan, Ternyata Bukan Demam

"Semua, izin dari BPOM, uji klinis semua harus betul-betul, karena anak itu paling rentan," ujarnya. ***

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU