Bulan Penuh Kemuliaan, Berikut Tradisi Unik Puasa Ramadhan Tanpa Malam Hari di Swedia Utara

Bulan Penuh Kemuliaan, Berikut Tradisi Unik Puasa Ramadhan Tanpa Malam Hari di Swedia Utara

lilzidesigns-sweden-unsplash-

SINERGIANEWS.com - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan. Seluruh umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan termasuk Swedia Utara.

Umat Muslim di Swedia Utamra akan menjalani ibadah puasa Ramdhan tanpa malam hari ketika musim panas berlangsung. Dengan durasi sekitar 22 jam, setelah berbuka puasa harus menjalani makan sahur.


Sebagaimana pengalaman pelajar Indonesia, Agung yang sedang menempuh pendidikan di Kota Umea Swedia Utara. Berbagai penampilannya mampu dikenali oleh komunitas muslim yang ada disana.

Baca juga: Singkat dan Jelas! Teks Khutbah dan Ceramah Usai Sholat Taraweh, Tema Pentingnya Menjaga Lisan Saat Berpuasa

Baca juga: Kehangatan Puasa Ramadhan 2022 di Lingkar Kutub dengan Durasi Lebih Panjang


×


Baca juga: Tanpa Mendengar Suara Azan, Inilah Kisah Perjuangan Puasa Ramadhan 2022 di Australia

Mulai dari sarung sampai dengan peci hitam yang dugunakan membuat saudara muslim yang ada di sana memanggilnya sebagai 'Agung Indonesia'.

Sesuai dengan kondisi geografis dan cuaca yang dialami membuat durasi puasa bisa menyesuaikan berbagai fatwa.

Akan tetapi pelajar Indonesia ini masih menggunakan waktu setempat yakni di Swedia Utara, yaitu dimulai sekitar pukul 02.00 dan berakhir sekitar pukul 22.00 (20 jam) untuk pertengahan Ramadhan. 

Sedangkan untuk akhir Ramadhan  sekitar pukul 01.30 dan berbuka puasa pada sekitar pukul 23.00 (hampir 22 jam). Meski ada yang berbeda fatwa dalam berpuasa mereka saling bertoleransi.

Keunikan puasa di Swedia Utara selengkapnya ada di halaman berikut

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU