Header1
L-Banner1

Badai Matahari Bangun dari Tidur, Ini Akibanya di Bumi

Selasa 09-11-2021 / 10:07 WIB


Badai Matahari Bangun dari Tidur, Ini Akibanya di Bumi

SINERGIANEWS.com – Pekan lalu Bumi dilanda badai geomagnetik sebagai akibat dari serangkaian ledakan suar yang disebabkan oleh badai magnetik di permukaan Matahari. Para ahli mengatakan bahwa padai geomagnetic ini merupakan pertanda adanya badai matahari yang kuat pada tahun 2025.

"Ada sangat sedikit aktivitas (matahari) dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang terjadi selama minimum matahari. Namun, (aktivitas matahari) baru-baru ini dipercepat ke maksimum siklus matahari berikutnya, yang kami perkirakan akan terjadi pada tahun 2025" kata Bill Murtagh koordinator program Space Weather Prediction Center (SWPC) di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).


“Kami mengamati adanya peningkatan aktivitas, yang diduga sebagai akibat dari pemanjangan siklus matahari. Ini adalah fase 'bangun dari tidur'” sambungnya.

BACA JUGA:Jadwal Acara TV Hari Ini, 9 November 2021, Trans 7 ANTV Indosiar NET TV Trans TV RCTI SCTV GTV


BACA JUGA:Kode Redeem Free Fire (FF) Gratis Hari Ini, Senin 8 November 2021

BACA JUGA:Spesifikasi Oppo A95, Segera Meluncur di Indonesia

Selain itu, badai matahari pekan lalu menunjukkan bahwa aktivitas matahari tidak hanya mempengaruhi Matahari, tetapi juga kehidupan di Bumi. Ketika semburan matahari mencapai Bumi, mereka dapat memicu serangkaian fenomena yang dikenal sebagai cuaca luar angkasa, yang dapat mengakibatkan kerusakan satelit dan pembentukan aurora yang luar biasa.

Badai geomagnetik yang terjadi minggu lalu disebabkan oleh serangkaian lontaran massa korona, yaitu gelembung materi matahari yang sesekali dimuntahkan Matahari.

“Coronal mass ejection (CME) adalah awan miliaran ton gas plasma yang dikelilingi oleh medan magnet. Dengan demikian, Matahari menembakkan magnet ke luar angkasa, yang menempuh jarak 93 juta mil untuk mencapai Bumi”' ujar Murtagh.

Namun, karena medan magnet bumi unik, gabungan medan magnet di ruang angkasa membentuk badai. "Kedua magnet bertabrakan dan membentuk badai geomagnetik ini," jelas Murtagh tentang CME yang mencapai Bumi.

CME dapat berkembang di seluruh ruang pada waktu tertentu, dan badai geomagnetik pekan lalu disebabkan oleh ledakan suar yang digabungkan sebagai CME yang berhasil melakukan perjalanan lebih cepat daripada pendahulunya.

"CME menempuh 93 juta mil dan secara virtual membuka jalan bagi CME berikutnya. Kadang-kadang, kami menyebut ini sebagai kanibalisasi CME ke depan" katanya.

tesinart22
Tag Terkait: matahari badai matahari
Sumber:

BERITA TERKAIT